Analisis Performa dan Kompleksitas Pemrograman Antarmuka Aplikasi (Studi Kasus: Arsitektur Monolith, Modular Monolith, dan Microservice pada LAOS COURSE)
| dc.contributor.author | Christianus Yoga Wibisono | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-27T01:28:55Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-30 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 26 Feb 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan LAOS COURSE, sebuah platform pembelajaran digital dari UKM LAOS Universitas Jember, untuk menentukan arsitektur aplikasi yang optimal guna mendukung layanan edukasi serta pengembangan berkelanjutan oleh tim yang dinamis. Fokus utama adalah menganalisis perbandingan performa dan kompleksitas Antarmuka Aplikasi (API) LAOS COURSE saat diimplementasikan menggunakan tiga arsitektur: monolith, modular monolith, dan microservice. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi perbedaan karakteristik ketiganya dan memberikan rekomendasi arsitektur yang paling sesuai untuk LAOS COURSE berdasarkan temuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan mengimplementasikan dan membandingkan API LAOS COURSE pada ketiga arsitektur untuk modul pengguna, kursus, dan transaksi. Pengujian performa dilakukan menggunakan Grafana K6 untuk mengukur throughput serta persentase keberhasilan dan kegagalan pada berbagai spesifikasi server. Analisis kompleksitas kode menggunakan metrik Chidamber and Kemerer (CK-Metrics), seperti WMC, RFC, LCOM, CBO, DIT, dan NOC, dengan bantuan tools PHPDepend dan PHPMetrics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur modular monolith unggul dalam hal throughput , sementara arsitektur microservice menunjukkan keandalan tertinggi dengan 100% permintaan berhasil. Arsitektur monolith memiliki throughput paling rendah. Dari segi kompleksitas kode, monolith terbukti paling sederhana dengan nilai terendah pada sebagian besar metrik CK. Sebaliknya, microservice menunjukkan kompleksitas tertinggi secara keseluruhan , meskipun nilai CBO-nya sedikit lebih baik daripada modular monolith. Kompleksitas modular monolith berada di antara keduanya. Berdasarkan analisis menyeluruh, disimpulkan bahwa setiap arsitektur memiliki keunggulan dan kelemahan spesifik. Untuk LAOS COURSE, arsitektur modular monolith direkomendasikan sebagai pilihan terbaik. Arsitektur ini menawarkan keseimbangan optimal antara throughput yang tinggi, kompleksitas yang masih dapat dikelola, dan kemudahan pemeliharaan untuk tim pengembang yang dinamis, tanpa membebani dengan kompleksitas operasional penuh seperti pada arsitektur microservice. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dwi Wijonarko S.Kom., M.Kom. Dosen Pembimbing Anggota : Diksy Media Firmansyah S.Kom., M.Kom., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4736 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Komputer | |
| dc.subject | Arsitektur Monolith | |
| dc.subject | Arsitektur Microservice | |
| dc.subject | LAOS COURSE | |
| dc.subject | Pemrograman Antarmuka | |
| dc.subject | Platform Pembelajaran Digital | |
| dc.title | Analisis Performa dan Kompleksitas Pemrograman Antarmuka Aplikasi (Studi Kasus: Arsitektur Monolith, Modular Monolith, dan Microservice pada LAOS COURSE) | |
| dc.type | Other |
