Analisis Performa dan Kompleksitas Pemrograman Antarmuka Aplikasi (Studi Kasus: Arsitektur Monolith, Modular Monolith, dan Microservice pada LAOS COURSE)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan LAOS COURSE, sebuah
platform pembelajaran digital dari UKM LAOS Universitas Jember, untuk
menentukan arsitektur aplikasi yang optimal guna mendukung layanan edukasi
serta pengembangan berkelanjutan oleh tim yang dinamis. Fokus utama adalah
menganalisis perbandingan performa dan kompleksitas Antarmuka Aplikasi (API)
LAOS COURSE saat diimplementasikan menggunakan tiga arsitektur: monolith,
modular monolith, dan microservice. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi
perbedaan karakteristik ketiganya dan memberikan rekomendasi arsitektur yang
paling sesuai untuk LAOS COURSE berdasarkan temuan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan
mengimplementasikan dan membandingkan API LAOS COURSE pada ketiga
arsitektur untuk modul pengguna, kursus, dan transaksi. Pengujian performa
dilakukan menggunakan Grafana K6 untuk mengukur throughput serta persentase
keberhasilan dan kegagalan pada berbagai spesifikasi server. Analisis kompleksitas
kode menggunakan metrik Chidamber and Kemerer (CK-Metrics), seperti WMC,
RFC, LCOM, CBO, DIT, dan NOC, dengan bantuan tools PHPDepend dan
PHPMetrics.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur modular monolith unggul
dalam hal throughput , sementara arsitektur microservice menunjukkan keandalan
tertinggi dengan 100% permintaan berhasil. Arsitektur monolith memiliki
throughput paling rendah. Dari segi kompleksitas kode, monolith terbukti paling
sederhana dengan nilai terendah pada sebagian besar metrik CK. Sebaliknya,
microservice menunjukkan kompleksitas tertinggi secara keseluruhan , meskipun
nilai CBO-nya sedikit lebih baik daripada modular monolith. Kompleksitas
modular monolith berada di antara keduanya.
Berdasarkan analisis menyeluruh, disimpulkan bahwa setiap arsitektur
memiliki keunggulan dan kelemahan spesifik. Untuk LAOS COURSE, arsitektur
modular monolith direkomendasikan sebagai pilihan terbaik. Arsitektur ini
menawarkan keseimbangan optimal antara throughput yang tinggi, kompleksitas
yang masih dapat dikelola, dan kemudahan pemeliharaan untuk tim pengembang
yang dinamis, tanpa membebani dengan kompleksitas operasional penuh seperti
pada arsitektur microservice.
Description
Reuploud file repositori 26 Feb 2026_Firli
