Pengaruh Transformasi Digital dan Kompetisi Pemerintah Daerah Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
| dc.contributor.author | Arimbi Hayuningtyas | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-04T04:00:29Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-12 | |
| dc.description | Reupload file repositori 06 Mei 2026_Maya Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kemajuan kelembagaan, dan pelestarian lingkungan hidup. Di Indonesia, tekanan terhadap lingkungan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, industrialisasi, urbanisasi, serta pemanfaatan sumber daya alam yang intensif. Kondisi ini tercermin dari adanya kesenjangan dan tren penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di sejumlah provinsi selama periode 2020–2024. Hal ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup belum berjalan secara optimal dan merata. Perkembangan transformasi digital dan meningkatnya kompetisi inovasi antar pemerintah daerah menjadi faktor strategis yang berpotensi mendorong perbaikan kualitas lingkungan. Transformasi digital memungkinkan peningkatan efisiensi, transparansi, serta pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan lingkungan. Sementara itu, kompetisi pemerintah daerah melalui inovasi kebijakan diharapkan dapat memperkuat kinerja lingkungan secara berkelanjutan. Namun demikian, temuan empiris mengenai efektivitas transformasi digital, inovasi daerah, dan dukungan fiskal lingkungan terhadap kualitas lingkungan hidup masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Daya Saing Digital, Indeks Inovasi Daerah, dan Anggaran Belanja untuk Lingkungan Hidup terhadap pembangunan berkelanjutan yang diproksikan melalui Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik serta menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini berlandaskan pada konsep pembangunan berkelanjutan sebagaimana dirumuskan dalam laporan Our Common Future (Brundtland, 1987), yang menekankan pemenuhan kebutuhan generasi masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Kerangka ini diperkuat melalui implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Selain itu, penelitian ini menggunakan Ecological Modernization Theory sebagai dasar teoritis, yang memandang bahwa kemajuan teknologi, inovasi kelembagaan, dan kebijakan publik dapat diarahkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan tanpa harus menghambat pertumbuhan ekonomi. Transformasi digital dan inovasi pemerintah daerah dipandang sebagai instrumen modernisasi ekologis yang mampu mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan pencemaran, serta peningkatan tata kelola lingkungan. Kajian terhadap penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup dipengaruhi oleh faktor ekonomi, teknologi, kebijakan fiskal, dan tata kelola pemerintah daerah. Meskipun sebagian penelitian menemukan pengaruh positif transformasi digital dan belanja lingkungan terhadap kualitas lingkungan, hasil lainnya menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan atau bahkan negatif. Perbedaan temuan tersebut mengindikasikan adanya celah penelitian, khususnya dalam mengkaji peran simultan transformasi digital, kompetisi inovasi daerah, dan anggaran lingkungan terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode regresi data panel. Unit analisis mencakup 34 provinsi di Indonesia selama periode 2020–2024. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai proksi dari pembangunan berkelanjutan. Variabel independen meliputi Indeks Daya Saing Digital, Indeks Inovasi Daerah, dan Anggaran Belanja untuk Lingkungan Hidup. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta East Ventures. Pemilihan model estimasi menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model paling tepat. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak EViews 12 dengan serangkaian uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Berdasarkan hasil estimasi regresi data panel menunjukkan bahwa Indeks Daya Saing Digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas digital daerah berperan penting dalam memperbaiki kualitas lingkungan melalui efisiensi pengelolaan, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta peningkatan transparansi kebijakan lingkungan. Indeks Inovasi Daerah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi dan inovasi kebijakan antar pemerintah daerah mampu mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip modernisasi ekologis. Sebaliknya, Anggaran Belanja untuk Lingkungan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya alokasi anggaran belum tentu diikuti oleh efektivitas implementasi program lingkungan. Faktor kelembagaan, kualitas perencanaan, serta integrasi kebijakan diduga lebih menentukan keberhasilan pembangunan kualitas lingkungan dibandingkan besaran anggaran semata. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Teguh Hadi Priyono, S.E., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8007 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Pembangunan Berkelanjutan | |
| dc.title | Pengaruh Transformasi Digital dan Kompetisi Pemerintah Daerah Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia | |
| dc.type | Other |
