Pengaruh Transformasi Digital dan Kompetisi Pemerintah Daerah Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Pembangunan berkelanjutan menuntut keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kemajuan kelembagaan, dan pelestarian lingkungan hidup. Di Indonesia, tekanan terhadap lingkungan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, industrialisasi, urbanisasi, serta pemanfaatan sumber daya alam yang intensif. Kondisi ini tercermin dari adanya kesenjangan dan tren penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di sejumlah provinsi selama periode 2020–2024. Hal ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup belum berjalan secara optimal dan merata.
Perkembangan transformasi digital dan meningkatnya kompetisi inovasi antar pemerintah daerah menjadi faktor strategis yang berpotensi mendorong perbaikan kualitas lingkungan. Transformasi digital memungkinkan peningkatan efisiensi, transparansi, serta pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan lingkungan. Sementara itu, kompetisi pemerintah daerah melalui inovasi kebijakan diharapkan dapat memperkuat kinerja lingkungan secara berkelanjutan. Namun demikian, temuan empiris mengenai efektivitas transformasi digital, inovasi daerah, dan dukungan fiskal lingkungan terhadap kualitas lingkungan hidup masih menunjukkan hasil yang beragam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Daya Saing Digital, Indeks Inovasi Daerah, dan Anggaran Belanja untuk Lingkungan Hidup terhadap pembangunan berkelanjutan yang diproksikan melalui Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik serta menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan.
Penelitian ini berlandaskan pada konsep pembangunan berkelanjutan sebagaimana dirumuskan dalam laporan Our Common Future (Brundtland, 1987), yang menekankan pemenuhan kebutuhan generasi masa kini tanpa mengorbankan
kemampuan generasi mendatang. Kerangka ini diperkuat melalui implementasi
Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengintegrasikan dimensi ekonomi,
sosial, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling terkait.
Selain itu, penelitian ini menggunakan Ecological Modernization Theory
sebagai dasar teoritis, yang memandang bahwa kemajuan teknologi, inovasi
kelembagaan, dan kebijakan publik dapat diarahkan untuk memperbaiki kualitas
lingkungan tanpa harus menghambat pertumbuhan ekonomi. Transformasi digital
dan inovasi pemerintah daerah dipandang sebagai instrumen modernisasi ekologis
yang mampu mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan pencemaran, serta
peningkatan tata kelola lingkungan.
Kajian terhadap penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas
lingkungan hidup dipengaruhi oleh faktor ekonomi, teknologi, kebijakan fiskal, dan
tata kelola pemerintah daerah. Meskipun sebagian penelitian menemukan pengaruh
positif transformasi digital dan belanja lingkungan terhadap kualitas lingkungan,
hasil lainnya menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan atau bahkan negatif.
Perbedaan temuan tersebut mengindikasikan adanya celah penelitian, khususnya
dalam mengkaji peran simultan transformasi digital, kompetisi inovasi daerah, dan
anggaran lingkungan terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat provinsi di
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan
metode regresi data panel. Unit analisis mencakup 34 provinsi di Indonesia selama
periode 2020–2024. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai proksi dari pembangunan berkelanjutan.
Variabel independen meliputi Indeks Daya Saing Digital, Indeks Inovasi Daerah,
dan Anggaran Belanja untuk Lingkungan Hidup.
Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan
Pusat Statistik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Riset dan
Inovasi Nasional, serta East Ventures. Pemilihan model estimasi menunjukkan
bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model paling tepat. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak EViews 12 dengan serangkaian uji asumsi
klasik untuk memastikan validitas model.
Berdasarkan hasil estimasi regresi data panel menunjukkan bahwa Indeks
Daya Saing Digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas
digital daerah berperan penting dalam memperbaiki kualitas lingkungan melalui
efisiensi pengelolaan, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta peningkatan
transparansi kebijakan lingkungan. Indeks Inovasi Daerah juga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa
kompetisi dan inovasi kebijakan antar pemerintah daerah mampu mendorong
praktik pengelolaan lingkungan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sejalan
dengan prinsip modernisasi ekologis. Sebaliknya, Anggaran Belanja untuk
Lingkungan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Temuan ini
mengindikasikan bahwa besarnya alokasi anggaran belum tentu diikuti oleh
efektivitas implementasi program lingkungan. Faktor kelembagaan, kualitas
perencanaan, serta integrasi kebijakan diduga lebih menentukan keberhasilan
pembangunan kualitas lingkungan dibandingkan besaran anggaran semata.
Description
Reupload file repositori 06 Mei 2026_Maya
Approved by Teddy
