Pengaruh Ekstrak Bunga Telang (Clitorea ternatea L.) terhadap Peningkatan Jumlah Osteoblas pada Daerah Tarikan Gigi Tikus Wistar yang Diberi Gaya Mekanik Ortodonti

dc.contributor.authorLourencia Aurel Putri Jovinca
dc.date.accessioned2026-02-05T07:13:25Z
dc.date.issued2025-05-05
dc.descriptionReupload file repository 5 Februari 2026_Arif/Halima
dc.description.abstractMaloklusi merupakan keadaan dimana terjadi penyimpangan hubungan normal gigi dengan gigi lain pada lengkung yang sama atau dengan gigi pada lengkung lawan. Sekitar 80% dari jumlah penduduk Indonesia mengalami maloklusi. Cara memperbaiki maloklusi adalah perawatan ortodonti. Pada perawatan ortodonti, tekanan mekanik memicu respon biologis berupa respon inflamasi lokal dan remodeling jaringan tulang di sekitarnya. Respon inflamasi berkontribusi terhadap peningkatan stress oksidatif (OS) di rongga mulut, yaitu proses dimana keseimbangan antara pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS) dan antioksidan tubuh untuk melawannya melemah dan digantikan oleh ROS. Produksi ROS yang berlebihan menghambat diferensiasi osteoblas dan meningkatkan aktivitas osteoklas, sehingga mengganggu keseimbangan antara pembentukan dan resorpsi tulang. Oleh karena itu, antioksidan diperlukan agar dapat mengontrol ROS, merangsang diferensiasi sel induk menjadi osteoblas dan membantu dalam proses regenerasi tulang. Bunga telang, dengan kandungan antioksidan tinggi, diharapkan dapat meningkatkan jumlah osteoblas dalam perawatan ortodonti. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan jumlah osteoblas pada daerah tarikan tikus wistar yang diberi gaya mekanik ortodonti setelah pemberian ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan post-test only group design yang menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol (7, 14, 21 hari) dan perlakuan (7,14,21 hari). Seluruh subjek menerima gaya ortodonti sebesar 5 oz dengan pergerakan bodily gigi molar satu rahang atas kiri, dengan arah pergerakan ke mesial. Kelompok perlakuan menerima ekstrak bunga telang setiap hari selama 7,14, dan 21 hari. Eutanasia dilakukan sehari setelah pemberian ekstrak terakhir, diikuti dengan pemrosesan jaringan dan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin). Perhitungan jumlah osteoblas dilakukan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x pada seluruh permukaan tulang alveolar di distal gigi M1. Tiga pengamat akan menghitung osteoblas pada perbesaran 400x pada seluruh permukaan tulang alveolar di distal gigi M1, kemudian hasilnya dirata-rata. Berdasarkan hasil skrining fitokimia dan antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mengandung total fenolik, tanin, flavonoid serta bersifat antioksidan yang kuat. Karena kadar senyawa tersebut kelompok perlakuan ekstrak bunga telang memiliki jumlah osteoblas lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol. Jumlah osteoblas tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan yang diberi ekstrak bunga telang selama 21 hari. Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena kandungan aktif dalam ekstrak bunga telang yang dapat meningkatkan pembentukan osteoblas, memicu diferensiasi MSC menjadi osteoblas, mencegah osteoblas mengalami kerusakan sehingga osteoblas mengalami peningkatan dan dapat meningkatkan pembentukan tulang. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang efektif dalam meningkatkan jumlah osteoblas pada tulang alveolar. Semakin lama waktu perlakuan, maka semakin tinggi jumlah osteoblas secara signifikan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan waktu yang lebih lama untuk mengetahui secara pasti kapan ekstrak bunga telang memberikan efek maksimal serta diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variasi dosis untuk mengetahui dosis optimal yang menghasilkan efek maksimal dalam merangsang pembentukan osteoblas pada daerah tarikan. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian mencakup parameter osteogenesis dan remodeling tulang secara menyeluruh untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh terhadap mekanisme kerja ekstrak bunga telang dan perlu dilakukan uji lanjutan terkait senyawa dalam ekstrak bunga telang yang paling berpengaruh terhadap peningkatan pembentukan osteoblas.
dc.description.sponsorshipDPU: Prof. Dr. drg. Herniyati, M.Kes DPA: Dr. drg. Nuzulul Hikmah, M.Biomed
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1812
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectGaya Mekanik Ortodonti
dc.subjectEkstrak Bunga Telang
dc.subjectOsteoblas
dc.titlePengaruh Ekstrak Bunga Telang (Clitorea ternatea L.) terhadap Peningkatan Jumlah Osteoblas pada Daerah Tarikan Gigi Tikus Wistar yang Diberi Gaya Mekanik Ortodonti
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
LOURENCIA AUREL PUTRI JOVINCA - 211610101055.pdf
Size:
1.4 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: