Pengaruh Ekstrak Bunga Telang (Clitorea ternatea L.) terhadap Peningkatan Jumlah Osteoblas pada Daerah Tarikan Gigi Tikus Wistar yang Diberi Gaya Mekanik Ortodonti
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Maloklusi merupakan keadaan dimana terjadi penyimpangan hubungan
normal gigi dengan gigi lain pada lengkung yang sama atau dengan gigi pada
lengkung lawan. Sekitar 80% dari jumlah penduduk Indonesia mengalami
maloklusi. Cara memperbaiki maloklusi adalah perawatan ortodonti. Pada
perawatan ortodonti, tekanan mekanik memicu respon biologis berupa respon
inflamasi lokal dan remodeling jaringan tulang di sekitarnya. Respon inflamasi
berkontribusi terhadap peningkatan stress oksidatif (OS) di rongga mulut, yaitu
proses dimana keseimbangan antara pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS)
dan antioksidan tubuh untuk melawannya melemah dan digantikan oleh ROS.
Produksi ROS yang berlebihan menghambat diferensiasi osteoblas dan
meningkatkan aktivitas osteoklas, sehingga mengganggu keseimbangan antara
pembentukan dan resorpsi tulang. Oleh karena itu, antioksidan diperlukan agar
dapat mengontrol ROS, merangsang diferensiasi sel induk menjadi osteoblas dan
membantu dalam proses regenerasi tulang. Bunga telang, dengan kandungan
antioksidan tinggi, diharapkan dapat meningkatkan jumlah osteoblas dalam
perawatan ortodonti. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan jumlah
osteoblas pada daerah tarikan tikus wistar yang diberi gaya mekanik ortodonti
setelah pemberian ekstrak bunga telang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental laboratoris
dengan post-test only group design yang menggunakan 24 tikus wistar jantan,
dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol (7, 14, 21 hari) dan perlakuan
(7,14,21 hari). Seluruh subjek menerima gaya ortodonti sebesar 5 oz dengan
pergerakan bodily gigi molar satu rahang atas kiri, dengan arah pergerakan ke
mesial. Kelompok perlakuan menerima ekstrak bunga telang setiap hari selama 7,14, dan 21 hari. Eutanasia dilakukan sehari setelah pemberian ekstrak terakhir,
diikuti dengan pemrosesan jaringan dan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin).
Perhitungan jumlah osteoblas dilakukan menggunakan mikroskop cahaya
perbesaran 400x pada seluruh permukaan tulang alveolar di distal gigi M1. Tiga
pengamat akan menghitung osteoblas pada perbesaran 400x pada seluruh
permukaan tulang alveolar di distal gigi M1, kemudian hasilnya dirata-rata.
Berdasarkan hasil skrining fitokimia dan antioksidan menunjukkan bahwa
ekstrak bunga telang mengandung total fenolik, tanin, flavonoid serta bersifat
antioksidan yang kuat. Karena kadar senyawa tersebut kelompok perlakuan ekstrak
bunga telang memiliki jumlah osteoblas lebih banyak dibandingkan kelompok
kontrol. Jumlah osteoblas tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan yang diberi
ekstrak bunga telang selama 21 hari. Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena
kandungan aktif dalam ekstrak bunga telang yang dapat meningkatkan
pembentukan osteoblas, memicu diferensiasi MSC menjadi osteoblas, mencegah
osteoblas mengalami kerusakan sehingga osteoblas mengalami peningkatan dan
dapat meningkatkan pembentukan tulang.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang
efektif dalam meningkatkan jumlah osteoblas pada tulang alveolar. Semakin lama
waktu perlakuan, maka semakin tinggi jumlah osteoblas secara signifikan. Perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan waktu yang lebih lama
untuk mengetahui secara pasti kapan ekstrak bunga telang memberikan efek
maksimal serta diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variasi
dosis untuk mengetahui dosis optimal yang menghasilkan efek maksimal dalam
merangsang pembentukan osteoblas pada daerah tarikan. Selain itu, perlu juga
dilakukan penelitian mencakup parameter osteogenesis dan remodeling tulang
secara menyeluruh untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh terhadap
mekanisme kerja ekstrak bunga telang dan perlu dilakukan uji lanjutan terkait
senyawa dalam ekstrak bunga telang yang paling berpengaruh terhadap
peningkatan pembentukan osteoblas.
Description
Reupload file repository 5 Februari 2026_Arif/Halima
