Pra- Rancangan Pabrik Fatty Alcohol dari Kelapa Sawit dengan Transesterifikasi Metanol Kapasitas 70.000 Ton/Tahun
| dc.contributor.author | M Ardy Ardan | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T01:45:49Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-28 | |
| dc.description | reupload file repositori 12 Februari 2026_Kholif/Keysa | |
| dc.description.abstract | Pabrik fatty alcohol berbasis kelapa sawit dengan proses transesterifikasi metanol dirancang untuk menghasilkan produk dengan kapasitas 70.000 ton per tahun. Industri oleokimia, terutama yang berbahan dasar kelapa sawit, berkembang pesat karena kelapa sawit sebagai bahan baku yang melimpah dan ramah lingkungan. Pabrik ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku impor dan memenuhi permintaan domestik serta ekspor fatty alcohol yang semakin meningkat. Indonesia, sebagai produsen utama minyak kelapa sawit, memiliki potensi besar dalam pengembangan industri fatty alcohol. Dengan pemanfaatan minyak kelapa sawit yang melimpah, pabrik ini akan memperkuat sektor industri berbasis sumber daya terbarukan. Produksi fatty alcohol menggunakan proses transesterifikasi metanol yang memberikan yield tinggi dan ramah lingkungan. Pabrik ini direncanakan untuk dibangun di Medan, Sumatera Utara, dengan kapasitas produksi 70.000 ton per tahun yang mencakup pemanfaatan 560.240.000 ton kelapa sawit setiap tahun. Dalam perancangan pabrik ini, berbagai tahapan produksi termasuk hidrogenasi dan pemurnian dilakukan dengan kapasitas per jam dapat menghasilkan 8838.4 kg fatty alcohol untuk mencapai kemurnian (98%) produk akhir dan gliserol dengan kemurnian (81.5%) sebagai produk samping. Pada prarancangan pabrik ini, fatty alcohol diproduksi melalui 3 tahapan proses, yaitu pretreatment, transesterifikasi, dan hidrogenasi. Utilitas pabrik mencakup penyediaan air, steam, tenaga listrik, bahan bakar, dan pengolahan limbah. Bentuk perusahaan yang direncanakan pada prarancangan pabrik fatty alcohol ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menerapkan struktur organisasi berbentuk line and staff. Jumlah karyawan yang dibutuhkan sebanyak 188 orang. Hasil analisis evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa layak dengan Pay Out Time (POT) sebesar 2,06 tahun dan Break-Even Point (BEP) sebesar 41,17%. Dengan demikian, pendirian pabrik fatty alcohol ini diharapkan dapat mengatasi ketergantungan impor fatty alcohol di Indonesia serta memenuhi kebutuhan industri lainnya. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ir. Felix Arie Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D. DPA : Ir. Meta Fitri Rizkiana S.T., M.Sc | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3069 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | fatty alcohol | |
| dc.subject | transesterifikasi metanol | |
| dc.subject | kelapa sawit | |
| dc.title | Pra- Rancangan Pabrik Fatty Alcohol dari Kelapa Sawit dengan Transesterifikasi Metanol Kapasitas 70.000 Ton/Tahun | |
| dc.type | Other |
