Pra- Rancangan Pabrik Fatty Alcohol dari Kelapa Sawit dengan Transesterifikasi Metanol Kapasitas 70.000 Ton/Tahun
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pabrik fatty alcohol berbasis kelapa sawit dengan proses transesterifikasi
metanol dirancang untuk menghasilkan produk dengan kapasitas 70.000
ton per tahun. Industri oleokimia, terutama yang berbahan dasar kelapa
sawit, berkembang pesat karena kelapa sawit sebagai bahan baku yang
melimpah dan ramah lingkungan. Pabrik ini diharapkan dapat
mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku impor dan
memenuhi permintaan domestik serta ekspor fatty alcohol yang semakin
meningkat. Indonesia, sebagai produsen utama minyak kelapa sawit,
memiliki potensi besar dalam pengembangan industri fatty alcohol.
Dengan pemanfaatan minyak kelapa sawit yang melimpah, pabrik ini
akan memperkuat sektor industri berbasis sumber daya terbarukan.
Produksi fatty alcohol menggunakan proses transesterifikasi metanol
yang memberikan yield tinggi dan ramah lingkungan. Pabrik ini
direncanakan untuk dibangun di Medan, Sumatera Utara, dengan
kapasitas produksi 70.000 ton per tahun yang mencakup pemanfaatan
560.240.000 ton kelapa sawit setiap tahun. Dalam perancangan pabrik
ini, berbagai tahapan produksi termasuk hidrogenasi dan pemurnian
dilakukan dengan kapasitas per jam dapat menghasilkan 8838.4 kg fatty
alcohol untuk mencapai kemurnian (98%) produk akhir dan gliserol
dengan kemurnian (81.5%) sebagai produk samping. Pada prarancangan
pabrik ini, fatty alcohol diproduksi melalui 3 tahapan proses, yaitu
pretreatment, transesterifikasi, dan hidrogenasi. Utilitas pabrik
mencakup penyediaan air, steam, tenaga listrik, bahan bakar, dan
pengolahan limbah. Bentuk perusahaan yang direncanakan pada prarancangan
pabrik fatty alcohol ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan
menerapkan struktur organisasi berbentuk line and staff. Jumlah
karyawan yang dibutuhkan sebanyak 188 orang. Hasil analisis evaluasi
ekonomi menunjukkan bahwa layak dengan Pay Out Time (POT) sebesar
2,06 tahun dan Break-Even Point (BEP) sebesar 41,17%. Dengan
demikian, pendirian pabrik fatty alcohol ini diharapkan dapat mengatasi
ketergantungan impor fatty alcohol di Indonesia serta memenuhi
kebutuhan industri lainnya.
Description
reupload file repositori 12 Februari 2026_Kholif/Keysa
