Eliminasi Senyawa HCN dari Berbagai Bagian Tanaman Menggunakan Fermentasi EM4;
| dc.contributor.author | Moh Afton Nadir | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-15T02:08:43Z | |
| dc.date.issued | 2019-01-30 | |
| dc.description | Reupload file repositori 9 april 2026 agus/dea | |
| dc.description.abstract | Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian terbesar di Indonesia. Selain karena jumlah produksinya yang besar singkong juga berperan penting sebagai makanan pokok dan sumber kalori selain padi-padian dan jagung. Produk utama tanaman singkong berupa umbi, selain itu terdapat produk samping tanaman singkong berupa daun, batang produk samping tanaman singkong juga tinggi dikarenakan memiliki nutrisi yang dan kulit. Potensi dari dibutuhkan baik untuk pangan ataupun pakan. Terdapatnya racun dalam tanaman singkong berupa asam sianida menjadi salah satu faktor kurangnya pemanfaatan produk samping tanaman singkong. Kadar asam sianida dalam tanaman singkong harus diperhatikan apabila ingin dimanfaatkan sebagai pangan atau pakan. Proses penghilangan asam sianida biasanya menggunakan beberapa teknologi salah satunya fermentasi. Selain dapat menghilangkan asam sianida fermentasi juga dapat meningkatkan umur simpan suatu produk. Penggunaan mikroorganisme sangat mempengaruhi proses fermentasi, dan EM4 merupakan mikroorganisme komersial yang mudah didapatkan. Selain itu lama wa mempengaruhi hasil fermentasi. Oleh karena itu perl ktu fermentasi juga dapat u diketahui waktu yang optimal dalam fermentasi sehingga dapat mengurangi signifikan. asam sianida secara Fermentasi pada daun, batang dan kulit singkong dengan penggunaan mikroorganisme EM4 dilakukan selama 0, 7, 14 dan 21 hari. Fementasi dilakukan pada fermentor sederhana dengan kondisi anaerob. Variabel pengamatanya meliputi kadar air, total BAL, nilai pH, kadar nitr Analisis asam sianida dilakukan dengan metode spekt ogen dan kadar asam sianida. rofotometri (UV-VIS) pada panjang gelombang 510 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi dapat menurunkan asam sianida. Semakin lama proses fermentasi dengan penambahan EM4 semakin kecil kadar asam sianida. Berdasarkan hasil penelit kadar asam sianida pada perlakuan lama fermentasi 0 ian diperoleh nilai rata-rata , 7, 14, 21 hari serta penambahan mikroorganisme EM4, yaitu berturut turut 380.85 ppm, 122.66 ppm, 96.14 ppm dan 77.85 ppm (fermentsi spontan) dan 446.57 ppm, 199.72 ppm, β-glukosidase yang dapat menurunkan kadar asam sian 150.19 ppm, dan 53.43 ppm (fermentasi EM4). Fermentasi dengan mikroorganisme bakteri asam lakta ida. β-glukosidase dapat t menghasilkan enzim menghidrolisis dan mengurai asam sianida dalam singkong yang berada dalam bentuk ikatan glukosida menjadi glukosa aseton dan HCN. Asam sianida sendiri merupakan senyawa yang mudah larut dalam air | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. DPA: Ir. Giyarto, M.Sc. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7121 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknologi Pertanian | |
| dc.subject | Senyawa HCN | |
| dc.subject | Tanaman Singkong | |
| dc.subject | Fermentasi EM4 | |
| dc.title | Eliminasi Senyawa HCN dari Berbagai Bagian Tanaman Menggunakan Fermentasi EM4; | |
| dc.type | Other |
