Eliminasi Senyawa HCN dari Berbagai Bagian Tanaman Menggunakan Fermentasi EM4;
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian terbesar
di Indonesia. Selain karena jumlah produksinya yang besar singkong juga
berperan penting sebagai makanan pokok dan sumber kalori selain padi-padian
dan jagung. Produk utama tanaman singkong berupa umbi, selain itu terdapat
produk samping tanaman singkong berupa daun, batang
produk samping tanaman singkong juga tinggi dikarenakan memiliki nutrisi yang
dan kulit. Potensi dari
dibutuhkan baik untuk pangan ataupun pakan. Terdapatnya racun dalam tanaman
singkong berupa asam sianida menjadi salah satu faktor kurangnya pemanfaatan
produk samping tanaman singkong. Kadar asam sianida dalam tanaman singkong
harus diperhatikan apabila ingin dimanfaatkan sebagai pangan atau pakan. Proses
penghilangan asam sianida biasanya menggunakan beberapa teknologi salah
satunya fermentasi. Selain dapat menghilangkan asam sianida fermentasi juga
dapat meningkatkan umur simpan suatu produk. Penggunaan mikroorganisme
sangat mempengaruhi proses fermentasi, dan EM4 merupakan mikroorganisme
komersial yang mudah didapatkan. Selain itu lama wa
mempengaruhi hasil fermentasi. Oleh karena itu perl
ktu fermentasi juga dapat
u diketahui waktu yang
optimal dalam fermentasi sehingga dapat mengurangi
signifikan.
asam sianida secara
Fermentasi pada daun, batang dan kulit singkong dengan penggunaan
mikroorganisme EM4 dilakukan selama 0, 7, 14 dan 21 hari. Fementasi dilakukan
pada fermentor sederhana dengan kondisi anaerob. Variabel pengamatanya
meliputi kadar air, total BAL, nilai pH, kadar nitr
Analisis asam sianida dilakukan dengan metode spekt
ogen dan kadar asam sianida.
rofotometri (UV-VIS) pada
panjang gelombang 510 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi dapat menurunkan
asam sianida. Semakin lama proses fermentasi dengan penambahan EM4 semakin
kecil kadar asam sianida. Berdasarkan hasil penelit
kadar asam sianida pada perlakuan lama fermentasi 0
ian diperoleh nilai rata-rata
, 7, 14, 21 hari serta
penambahan mikroorganisme EM4, yaitu berturut turut 380.85 ppm, 122.66 ppm,
96.14 ppm dan 77.85 ppm (fermentsi spontan) dan 446.57 ppm, 199.72 ppm,
β-glukosidase yang dapat menurunkan kadar asam sian
150.19 ppm, dan 53.43 ppm (fermentasi EM4).
Fermentasi dengan mikroorganisme bakteri asam lakta
ida. β-glukosidase dapat
t menghasilkan enzim
menghidrolisis dan mengurai asam sianida dalam singkong yang berada dalam
bentuk ikatan glukosida menjadi glukosa aseton dan HCN. Asam sianida sendiri
merupakan senyawa yang mudah larut dalam air
Description
Reupload file repositori 9 april 2026 agus/dea
