Pengelolaan dan Komersialisasi Makam Wali Pangeran Tunggul Angin di Kabupaten Situbondo

dc.contributor.authorShofia Dwi Nurianti
dc.date.accessioned2026-02-10T03:13:31Z
dc.date.issued2025-11-26
dc.descriptionReupload file repository 10 februari 2026 Maya/Mita
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul “Pengelolaan dan Komersialisasi Makam Wali Pangeran Tunggul Angin di Kabupaten Situbondo”. Fokus penelitian ini pada makna tradisi ziarah di makam Pangeran Tunggul Angin di Desa Olean, Kabupaten Situbondo, yang menjadi ruang pertemuan antara nilai keagamaan Islam, budaya lokal, serta kepentingan sosial-ekonomi masyarakat setempat. Secara historis, makam ini dianggap sebagai tempat suci dan memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat. Tradisi ziarah di lokasi ini juga memadukan unsur ritual Islam seperti pembacaan doa menggunakan bahasa Arab dan Madura, tahlil, surat Yasin, dengan praktik budaya lokal seperti sesajen dan pembakaran dupa. Akulturasi ini mencerminkan bentuk adaptasi masyarakat untuk menjaga keseimbangan keimanan dengan kearifan lokal yang terus dilestarikan turun temurun. Selain itu, penelitian ini menunjukkan konflik otoritas dan makna praktik ziarah. Di sisi lain, pemerintah desa berupaya mengomersialisasikan makam sebagai identitas kolektif desa. Sedangkan keluarga juru kunci ingin mempertahankan nilai sakral dan warisan spiritual dari leluhurnya. Berbeda pula para peziarah internal maupun eksternal desa yang merupakan kalangan masyarakat kelas bawah memaknai ziarah sebagai lokasi mendapatkan berkah, ketenangan batin, dan bantuan ekonomi. Perbedaan kepentingan ini menimbulkan dinamika sosial yaitu perebutan makna dan posisi pengelolaan makam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sebab menggali makna dan peran setiap aktor secara mendalam. Kemudian penggalian data dengan menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada pemerintah desa, juru kunci, peziarah, dan tokoh agama. Lalu data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif menggunakan Teori Ziarah dan Wali dalam Dunia Islam dari Chambert-Loir dan Teori Ziarah Lokal dari George Quinn. Dua teori ini membantu menafsirkan hubungan antara budaya, religius, dan sosial dalam praktik ziarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah di makam Pangeran Tunggul Angin tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan, namun juga sebagai arena sosial yang mempertemukan kepentingan tradisional, spiritual, dan ekonomi. Perebutan otoritas dalam keluarga juru kunci menunjukkan ziarah mengalami perubahan makna seiring modernisasi desa dan meningkatnya peran birokrasi dalam pengelolaan situs. Dengan demikian, praktik ziarah di Desa Olean mencerminkan bentuk akulturasi yang dinamis, serta memperlihatkan adanya ketegangan antara upaya pelestarian nilai sakral dan dorongan komersialisasi dalamkonteksmasyarakatmodern.
dc.description.sponsorshipDPU: Drs. Joko Mulyono, M.Si. DPA: Lukman Wijaya Baratha, S.Sos., M.A.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2546
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectziarah
dc.subjectKomersialisasi
dc.titlePengelolaan dan Komersialisasi Makam Wali Pangeran Tunggul Angin di Kabupaten Situbondo
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SHOFIA DWI NURIANTI - 210910302003.pdf
Size:
2.4 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: