Pengelolaan dan Komersialisasi Makam Wali Pangeran Tunggul Angin di Kabupaten Situbondo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini berjudul “Pengelolaan dan Komersialisasi Makam Wali
Pangeran Tunggul Angin di Kabupaten Situbondo”. Fokus penelitian ini pada
makna tradisi ziarah di makam Pangeran Tunggul Angin di Desa Olean,
Kabupaten Situbondo, yang menjadi ruang pertemuan antara nilai keagamaan
Islam, budaya lokal, serta kepentingan sosial-ekonomi masyarakat setempat.
Secara historis, makam ini dianggap sebagai tempat suci dan memiliki nilai
spiritual tinggi bagi masyarakat. Tradisi ziarah di lokasi ini juga memadukan
unsur ritual Islam seperti pembacaan doa menggunakan bahasa Arab dan Madura,
tahlil, surat Yasin, dengan praktik budaya lokal seperti sesajen dan pembakaran
dupa. Akulturasi ini mencerminkan bentuk adaptasi masyarakat untuk menjaga
keseimbangan keimanan dengan kearifan lokal yang terus dilestarikan turun
temurun.
Selain itu, penelitian ini menunjukkan konflik otoritas dan makna praktik
ziarah. Di sisi lain, pemerintah desa berupaya mengomersialisasikan makam
sebagai identitas kolektif desa. Sedangkan keluarga juru kunci ingin
mempertahankan nilai sakral dan warisan spiritual dari leluhurnya. Berbeda pula
para peziarah internal maupun eksternal desa yang merupakan kalangan
masyarakat kelas bawah memaknai ziarah sebagai lokasi mendapatkan berkah,
ketenangan batin, dan bantuan ekonomi. Perbedaan kepentingan ini menimbulkan
dinamika sosial yaitu perebutan makna dan posisi pengelolaan makam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan
pendekatan studi kasus, sebab menggali makna dan peran setiap aktor secara
mendalam. Kemudian penggalian data dengan menggunakan observasi lapangan,
wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada pemerintah desa, juru kunci,
peziarah, dan tokoh agama. Lalu data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif
menggunakan Teori Ziarah dan Wali dalam Dunia Islam dari Chambert-Loir dan
Teori Ziarah Lokal dari George Quinn. Dua teori ini membantu menafsirkan
hubungan antara budaya, religius, dan sosial dalam praktik ziarah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah di makam Pangeran Tunggul
Angin tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan, namun juga sebagai arena sosial yang mempertemukan kepentingan tradisional, spiritual, dan
ekonomi. Perebutan otoritas dalam keluarga juru kunci menunjukkan ziarah
mengalami perubahan makna seiring modernisasi desa dan meningkatnya peran
birokrasi dalam pengelolaan situs. Dengan demikian, praktik ziarah di Desa Olean
mencerminkan bentuk akulturasi yang dinamis, serta memperlihatkan adanya
ketegangan antara upaya pelestarian nilai sakral dan dorongan komersialisasi
dalamkonteksmasyarakatmodern.
Description
Reupload file repository 10 februari 2026 Maya/Mita
