Formulasi Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera Elatior) Kombinasi Dengan Zinc Oxide Sebagai Sediaan Krim (M/A) Tabir Surya

dc.contributor.authorJosua Justicio Rihindia
dc.date.accessioned2026-01-26T05:34:23Z
dc.date.issued2025-01-21
dc.descriptionReupload file repositori 26 januari 2026_Kurnadi
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara tropis dengan intensitas paparan sinar matahari yang cukup tinggi. Sinar matahari merupakan sumber energi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya yaitu berfungsi untuk membentuk vitamin D di dalam tubuh. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kulit manusia. Radiasi ultraviolet (UV) pada sinar matahari dapat merusak kulit apabila terpapar sinar UV terlalu lama. Kulit manusia memiliki perlindungan alami berupa melanin yang berfungsi untuk memantulkan dan menghamburkan sinar UV sekaligus sebagai pemberi warna pada kulit. Namun apabila terpapar sinar UV terlalu lama, maka sistem perlindungan alami kulit tidak dapat memberikan perlindungan secara maksimal, sehingga diperlukan adanya perlindungan tambahan seperti penggunaan tabir surya. Tabir surya merupakan sediaan yang mengandung zat atau bahan aktif yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan radiasi sinar UV. Berdasarkan mekanisme perlindungannya, tabir surya dibagi menjadi dua golongan yaitu tabir surya kimiawi dan tabir surya fisik. Penggunaan bahan tabir surya kimiawi sintetis dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti, iritasi, reaksi alergi dan gangguan hormon, sehingga perlu dikembangkan bahan tabir surya yang berasal dari alam, untuk mencegah terjadinya efek samping tersebut. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai agen tabir surya adalah daun kecombrang. Tabir surya berbahan aktif daun kecombrang dapat dioptimalkan dengan penambahan Zinc oxide sebagai Physical blocker. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai efektivitas secara in vitro pada sediaan tabir surya kombinasi ekstrak daun kecombrang dan zinc oxide memberikan hasil terbaik pada konsentrasi tertinggi yaitu 5% ekstrak dalam formula krim tabir surya (m/a), dengan nilai SPF sebesar 4,621 ± 0,124 yang termasuk dalam kategori sedang dengan penurunan nilai persen transmisi eritema (%TE) senilai 4,174± 0,065 yang termasuk kategori perkindungan ekstra dan nilai persen transmisi pigmentasi sebesar 4,881± 0,073 yang termasuk kategori Total block.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. apt. Budipratiwi Wisudyaningsih, S.Farm., M.Sc. DPA: apt. Lusia Oktora Ruma Kumala Sari, S.F., M.Sc.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/269
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectDaun Kecombrang (Etlingera Elatior)
dc.subjectTabir Surya
dc.titleFormulasi Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera Elatior) Kombinasi Dengan Zinc Oxide Sebagai Sediaan Krim (M/A) Tabir Surya
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
JOSUA JUSTICIO RIHINDIA - 182210101107.pdf
Size:
1.65 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: