Mitigasi Fenomena Urban Heat Island Berdasarkan Tutupan Lahan Berbasis Penginderaan Jauh Studi Kasus: Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Kurniawan Dwi Budifiyanto | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T02:10:41Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-25 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi | |
| dc.description.abstract | Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan dampak signifikan dari urbanisasi yang menyebabkan peningkatan suhu di kawasan perkotaan dibandingkan dengan wilayah sekitarnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan suhu permukaan akibat konversi lahan di Kabupaten Jember. Perubahan fungsi lahan dari vegetasi menjadi lahan terbangun telah mendorong peningkatan suhu dan berakibat memperburuknya kualitas lingkungan. Studi ini mengkaji pengaruh tutupan lahan terhadap distribusi suhu permukaan menggunakan pendekatan penginderaan jauh, dengan fokus pada perubahan lahan di Kabupaten Jember serta melakukan perumusan untuk menentukan arahan mitigasi. Penelitian ini menggunakan data citra MODIS untuk suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dan citra tutupan lahan (Land Cover) yang dianalisis secara time series dari tahun 2012, 2017, dan 2023. Metodologi yang digunakan mencakup analisis spasial, korelasi regresi linier sederhana, serta metode Delphi untuk merumuskan strategi mitigasi. Ground checking dilakukan untuk memverifikasi validitas data sekunder, memastikan bahwa hasil interpretasi citra sesuai dengan kondisi eksisting di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan suhu permukaan yang selaras dengan meningkatnya lahan terbangun. Regresi linier sederhana mengindikasikan bahwa terdapat hubungan positif antara luasan tutupan lahan terbangun dan suhu permukaan, yang mengonfirmasi bahwa meningkatnya kawasan terbangun menjadi faktor utama dalam meningkatnya suhu kawasan. Arahan mitigasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip-prinsip adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang tercantum dalam Konsep Rencana Aksi Nasional. Alternatif mitigasi yang diajukan antara lain pengembangan bangunan hemat energi, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R, peningkatan proporsi ruang terbuka hijau, serta pengembangan sistem transportasi publik rendah emisi. Penyusunan arahan ini diperkuat melalui pendekatan Delphi yang melibatkan para ahli untuk memperoleh konsensus solusi terbaik bagi Kabupaten Jember. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi perencanaan wilayah yang berkelanjutan, khususnya dalam pengendalian suhu kawasan dan perbaikan kualitas lingkungan di Kabupaten Jember. Dengan menyajikan data empiris dan rekomendasi teknis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan tata ruang, terutama dalam merespon tantangan iklim dan urbanisasi yang cepat di Kabupaten Jember. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Ir. RR. Dewi Junita Koesoemawati S.T., M.T DPA: Ir. Ratih Novi Listyawati S.T., M.Eng. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2193 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Urban Heat Island | |
| dc.subject | Tutupan Lahan | |
| dc.subject | Penginderaan Jauh | |
| dc.title | Mitigasi Fenomena Urban Heat Island Berdasarkan Tutupan Lahan Berbasis Penginderaan Jauh Studi Kasus: Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
