Mitigasi Fenomena Urban Heat Island Berdasarkan Tutupan Lahan Berbasis Penginderaan Jauh Studi Kasus: Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan dampak signifikan dari
urbanisasi yang menyebabkan peningkatan suhu di kawasan perkotaan
dibandingkan dengan wilayah sekitarnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
peningkatan suhu permukaan akibat konversi lahan di Kabupaten Jember.
Perubahan fungsi lahan dari vegetasi menjadi lahan terbangun telah mendorong
peningkatan suhu dan berakibat memperburuknya kualitas lingkungan. Studi ini
mengkaji pengaruh tutupan lahan terhadap distribusi suhu permukaan
menggunakan pendekatan penginderaan jauh, dengan fokus pada perubahan lahan
di Kabupaten Jember serta melakukan perumusan untuk menentukan arahan
mitigasi.
Penelitian ini menggunakan data citra MODIS untuk suhu permukaan tanah
(Land Surface Temperature/LST) dan citra tutupan lahan (Land Cover) yang
dianalisis secara time series dari tahun 2012, 2017, dan 2023. Metodologi yang
digunakan mencakup analisis spasial, korelasi regresi linier sederhana, serta metode
Delphi untuk merumuskan strategi mitigasi. Ground checking dilakukan untuk
memverifikasi validitas data sekunder, memastikan bahwa hasil interpretasi citra
sesuai dengan kondisi eksisting di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan suhu permukaan
yang selaras dengan meningkatnya lahan terbangun. Regresi linier sederhana
mengindikasikan bahwa terdapat hubungan positif antara luasan tutupan lahan
terbangun dan suhu permukaan, yang mengonfirmasi bahwa meningkatnya
kawasan terbangun menjadi faktor utama dalam meningkatnya suhu kawasan.
Arahan mitigasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip-prinsip
adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang tercantum dalam Konsep Rencana Aksi
Nasional. Alternatif mitigasi yang diajukan antara lain pengembangan bangunan
hemat energi, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R, peningkatan
proporsi ruang terbuka hijau, serta pengembangan sistem transportasi publik rendah
emisi. Penyusunan arahan ini diperkuat melalui pendekatan Delphi yang
melibatkan para ahli untuk memperoleh konsensus solusi terbaik bagi Kabupaten
Jember. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi
perencanaan wilayah yang berkelanjutan, khususnya dalam pengendalian suhu
kawasan dan perbaikan kualitas lingkungan di Kabupaten Jember. Dengan
menyajikan data empiris dan rekomendasi teknis, penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi dalam perumusan kebijakan tata ruang, terutama dalam merespon
tantangan iklim dan urbanisasi yang cepat di Kabupaten Jember.
Description
Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi
