Tingkatan Emosi Tokoh Dalam Novel Kisah Untuk Geri Karya Erisca Febriani: Kajian Psikologi David Krech
| dc.contributor.author | Defita Dinda Mawaddah | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-10T22:12:34Z | |
| dc.date.issued | 2026-03-10 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 26 Mei 2026_Kholif Basri :: Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Kajian ini dilatar belakangi oleh fenomena munculnya beragam emosi dalam kehidupan manusia di berbagai situasi sosial dan lingkungan pergaulan, baik pada remaja maupun orang dewasa. Emosi-emosi yang muncul pada diri individu dapat mempengaruhi pola pikir, perilaku, serta pengambilan keputusan. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kondisi psikologis manusia bersifat dinamis dan kompleks, karena setiap emosi dapat muncul dengan intensitas yang berbeda-beda pada setiap individu. Oleh karena itu, kajian mengenai tingkatan emosi menjadi penting untuk dilakukan guna memahami kondisi psikologis yang terbentuk dan berkembang. Tujuan kajian yang dilakukan mengungkap keterkaitan antarunsur struktural yang meliputi tema, penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar, kemudian mendeskripsikan gambaran aspek psikologis mencakup ragam, tingkatan, dan dominasi emosi dalam novel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek material berupa novel Kisah Untuk Geri karya Erisca Febriani. Objek formal berupa keterkaitan antarunsur struktural dan aspek psikologis yang didasarkan atas teori klasifikasi emosi David Krech. Satuan analisis berupa kalimat, paragraf, dan wacana yang menunjukkan unsur struktural dan gambaran beragam emosi. Hasil analisis struktural pada novel Kisah Untuk Geri menunjukkan keterkaitan antarunsur, yakni tema, penokohan dan perwatakan, konflik, dan latar. Tema mayor menyoroti perjuangan tokoh Dinda dalam menjalani tantangan kehidupan barunya, sedangkan tema minor yang berkaitan dengan aspek percintaan, hubungan keluarga, dan hubungan pertemanan melibatkan tokoh-tokoh tambahan (Geri, Papa, Mama, dan Jia). Perwatakan Dinda dan tokoh-tokoh tambahan memperkuat hadirnya tema yang melibatkan konflik, baik konflik antarindividu dengan individu (Dinda dengan Geri dan Dinda dengan Jia), individu dengan kelompok (Dinda dengan lingkungan sosialnya di sekolah), maupun individu dengan kata hatinya (Dinda dengan batinnya). Di samping itu, latar tempat (Pengadilan Tindak Pidana korupsi, Jembatan Kali Ciliwung, Sentu Babakan, Kontrakan, SMA Garuda) latar waktu (era global dan era media sosial modern) dan latar sosial (perbedaan status ekonomi dan situasi lingkungan sekolah) menjadi aspek yang memperkuat penegasan tema dan konflik sekaligus menjadi ruang terbentuknya karakter tokoh dalam menghadapi peristiwa. Hasil analisis psikologi sastra menunjukkan hubungan karya sastra dengan ragam emosi yang melekat pada setiap tokoh. Tokoh Dinda mengalami emosi rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kebencian, dan cinta. Dari ketujuh emosi tersebut tingkatan yang dominan adalah kesedihan. Makna dari tingkat dominan kesedihan adalah cerminan fondasi psikologis yang eksistensial dan membentuk cara memahami diri serta keberlangsungan hidup. Tokoh Geri mengalami ketujuh emosi, dengan emosi yang dominan berupa kebencian. Makna dari tingkat dominan kebencian adalah cerminan psikologis yang berperan sebagai mekanisme perlindungan diri dalam menghadapi peristiwa yang berkaitan dengan kerugian diri sendiri. Tokoh Papa mengalami emosi enam emosi, tanpa adanya emosi rasa bersalah. Dari keenam emosi tersebut, tingkatan yang dominan berupa rasa bersalah. Makna dari tingkatan dominan rasa bersalah adalah cerminan kesadaran moral sebagai penguat psikologis dalam memahami diri dan keberlangsungan hidup. Tokoh Mama mengalami ketujuh emosi, dengan dominan emosi berupa cinta. Makna dari tingkatan dominan cinta yaitu mencerminkan kokohnya psikologis dalam diri dan keberlangsungan hidup. Terakhir, tokoh Jia mengalami enam emosi, tanpa adanya emosi kesedihan. Dari keenam emosi tersebut, tingkatan yang dominan berupa kebencian. Makna dari tingkatan dominan kebencian adalah cerminan fondasi psikologis yang berperan adaptif terhadap diri sendiri dan keberlangsungan hidup. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Heru Setya Puji Saputra, M.Hum. Dosen Pembimbing Anggota: -- | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8611 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | emosi | |
| dc.subject | sosial | |
| dc.subject | dan lingkungan pergaulan | |
| dc.subject | remaja | |
| dc.subject | orang dewasa | |
| dc.subject | psikologis | |
| dc.title | Tingkatan Emosi Tokoh Dalam Novel Kisah Untuk Geri Karya Erisca Febriani: Kajian Psikologi David Krech | |
| dc.type | Other |
