Determinan Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Jember Tahun 2022- 2023
| dc.contributor.author | Athaya Sukma Putri Arjita | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-02T03:14:03Z | |
| dc.date.issued | 2025-09-16 | |
| dc.description | Entry oleh Arif 2026 April 02 | |
| dc.description.abstract | Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang berpotensi fatal, terutama jika pasien tidak mendapatkan penanganan tepat pada fase kritis. Berdasarkan laporan WHO (2019), DBD termasuk dalam 10 ancaman kesehatan global dengan angka kematian yang dapat mencapai 20%. Pada tahun 2023, Kabupaten Jember menempati peringkat kedua kasus kematian akibat DBD di Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah 9 kematian. Meskipun berbagai faktor telah diketahui berhubungan dengan kematian akibat DBD, namun ditemukan perbedaan hasil. Sampai pada penelitian ini dilakukan belum terdapat studi terdahulu yang meneliti terkait determinan kematian akibat DBD di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor individu, sistem kesehatan, dan sosial yang berhubungan dengan kematian akibat DBD di Kabupaten Jember tahun 2022–2023. Penelitian ini menggunakan desain case-control. Penelitian dilakukan di puskesmas yang memiliki kasus kematian akibat DBD tahun 2022-2023 meliputi Puskesmas Cakru, Bangsalsari, Sukorejo, Panti, Pakusari, Kalisat, Sumbersari, Kaliwates, Semboro, Silo II, Ambulu, dan Balung. Populasi dalam penelitian ini yaitu populasi kasus (kasus kematian akibat DBD di Kabupaten Jember tahun 2022–2023) dan populasi kontrol (kasus DBD yang tidak mengalami kematian di Kabupaten Jember pada tahun 2022–2023) dengan total 345 kasus. Sampel meliputi 15 kasus dan 30 kontrol, dipilih dengan teknik total sampling untuk kasus dan simple random sampling untuk kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara serta dokumentasi sekunder dari puskesmas. Variabel yang diteliti meliputi faktor individu (usia, pendidikan, jenis kelamin, riwayat DBD, kejadian Dengue Shock Syndrome (DSS), penyakit penyerta), faktor sistem kesehatan (akses layanan kesehatan dan keterlambatan ke fasilitas kesehatan), dan faktor sosial (pendapatan, wilayah tempat tinggal, pengetahuan keluarga). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian akibat DBD di Kabupaten Jember tahun 2022–2023 jika dilihat dari faktor individu lebih banyak terjadi pada anak-anak dan lansia (60%), berpendidikan rendah (86,7%), dengan jenis kelamin perempuan (66,7%), memiliki riwayat DBD (53,3%), mengalami kejadian DSS (60%), dan memiliki penyakit penyerta (73,3%). Dari faktor sistem kesehatan, sebagian besar memiliki akses layanan yang sulit (73,3%) dan mengalami keterlambatan ke fasilitas kesehatan (60%). Dari faktor sosial, mayoritas berasal dari keluarga berpendapatan rendah (80%), tinggal di wilayah pedesaan (66,7%), dan memiliki pengetahuan keluarga kurang (60%). Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pendidikan, riwayat DBD, kejadian DSS, dan penyakit penyerta terhadap kematian akibat DBD. Pada faktor sistem kesehatan, terdapat hubungan signifikan antara akses layanan kesehatan dan keterlambatan ke fasilitas kesehatan terhadap kematian akibat DBD. Sedangkan dari faktor sosial, terdapat hubungan antara pendapatan keluarga, wilayah tempat tinggal, dan pengetahuan keluarga terhadap kematian akibat DBD. Adapun usia dan jenis kelamin tidak berhubungan secara signifikan dengan kematian akibat DBD. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan kematian akibat DBD di Kabupaten Jember tahun 2022–2023 meliputi pendidikan, riwayat DBD, kejadian DSS, penyakit penyerta, akses layanan kesehatan, keterlambatan ke fasilitas kesehatan, pendapatan keluarga, wilayah tempat tinggal, dan pengetahuan keluarga. Saran penelitian ini ditujukan bagi penderita dan keluarga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala DBD, memahami pencegahan, dan segera mencari pertolongan medis. Instansi kesehatan diharapkan memperbaiki pencatatan data pasien serta menyediakan posko pelayanan di wilayah yang jauh dari puskesmas. Civitas akademik dapat memanfaatkan hasil penelitian sebagai referensi dan penyuluhan kepada masyarakat. Peneliti selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain yang relevan serta menggunakan analisis multivariat untuk memperoleh hasil yang lebih mendalam. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Yunus Ariyanto, S.KM., M.Kes. DPA : Tri Damayanti Simanjuntak, S.K.M., M.Epid | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6068 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Kematian | |
| dc.subject | Demam Berdarah | |
| dc.subject | Dengue | |
| dc.title | Determinan Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Jember Tahun 2022- 2023 | |
| dc.type | Other |
