Upaya Qatar Menghadapi Sanksi Blokade Tahun 2017 Yang Mengganggu Persiapan Piala Dunia 2022
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Abstract
Piala Dunia menjadi salah satu ajang sepakbola terbesar di dunia yang dapat
membawa manfaat positif terhadap negara tuan rumahnya. Perihal itu yang
membuat Qatar tertarik dan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, pasca
terpilih menjadi tuan rumah, muncul permasalahan diplomatik yang dapat
mengancam status tuan rumah milik Qatar. Itu terjadi karena blokade dari Saudi
Arabia, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir dengan dalih bahwa Qatar
berhubungan dengan Iran serta kelompok terorisme. Adanya blokade membuat
kebutuhan nasional Qatar dan persiapan Piala Dunia 2022 menjadi terhambat. Oleh
karena itu, penelitian ini membahas upaya Qatar menghadapi blokade dengan teori
diplomasi menurut Joseph Montville dan John McDonald yang memakai dua jalur.
Pada jalur satu, Qatar berdiplomasi kepada negara-negara yang memblokade,
namun berakhir buruk. Kemudian, Qatar menuntut aksi blokade kepada pihak
ketiga guna mendapatkan solusi. Upaya itu berhasil, namun keempat negara Arab
tidak mengindahkan hasil itu dan tetap melanjutkan blokade. Selain itu, Qatar juga
berdiplonasi kepada Iran untuk mengamankan konektivitas, bahan baku
infrastruktur, dan pasokan pangan. Kemudian, diplomasi jalur dua diperankan oleh
Al Jazeera selaku media dari Qatar yang berupaya memberikan citra positif kepada
publik internasional tentang persiapan Piala Dunia selama blokade. Upaya
diplomasi itu berjalan dengan baik selama Qatar menghadapi blokade. Namun,
untuk penyelesaian blokade, muncul pihak ketiga yang berperan mendamaikan
demi kestabilan kawasan. Dari diplomasi yang dilakukan Qatar, menunjukkan
bahwa negara itu tetap mampu berjuang menghadapi permasalahan dan hambatan
yang muncul sehingga Piala Dunia 2022 dapat digelar dengan lancar.
Description
Reupload Repositori File 17 Maret 2026_Kholif Basri
