Analisis Pengaruh Inklusi Keuangan Digital dan Kualitas Tata Kelola terhadap Stabilitas Keuangan di Asean-5
| dc.contributor.author | Ro'isyatul Mu'amanah | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-26T06:41:02Z | |
| dc.date.issued | 2026-03-05 | |
| dc.description | Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Stabilitas keuangan merupakan kondisi ketika sistem keuangan mampu menjalankan fungsi intermediasi secara efektif tanpa menimbulkan gangguan yang berpotensi memicu krisis. Dalam menjalankan fungsi intermediasi tersebut, perbankan dihadapkam pada beberapa risiko keuangan salah satunya yaitu risiko kredit. Dalam perkembangannya, peningkatan Inklusi keuangan digital dan perbaikan kualitas tata kelola dipandang sebagai instrumen strategis dalam memperluas akses layanan keuangan formal di kawasan ASEAN-5, namun perkembangan ini juga membawa dinamika risiko terhadap stabilitas keuangan, khususnya dalam bentuk peningkatan kredit bermasalah. Kemudahan akses pembiayaan berpotensi mendorong ekspansi kredit kepada peminjam berisiko tinggi, sementara kualitas tata kelola berperan dalam memperkuat pengawasan dan disiplin kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan digital (IKD) dan kualitas tata kelola (KTK) terhadap rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di ASEAN-5 selama periode 2012-2023 menggunakan metode regresi data panel. Inklusi keuangan digital dan kualitas tata kelola dikontruksikan sebagai indeks komposit menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Rasio NPL digunakan sebagai variabel dependen, sedangkan inklusi keuangan digital dan kualitas tata kelola sebagai variabel independen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital berpengaruh positif signifikan terhadap rasio NPL, yang mencerminkan meningkatnya risiko gagal bayar seiring dengan meluasnya akses keuangan formal. Sebaliknya, kualitas tata kelola berpengaruh negatif signifikan terhadap rasio NPL, yang menunjukkan bahwa efektivitas pemerintah, kualitas regulasi, penegakan hukum, dan pengendalian korupi berperan penting dalam memperkuat manajemen risiko perbankan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan inklusi keuangan digital yang diimbangi dengan penguatan kualitas tata kelola guna menjaga kualitas kredit dan stabilitas keuangan di kawasan ASEAN-5. | |
| dc.description.sponsorship | Prof. Dr. Zainuri, M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10123 | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Inklusi Keuangan Digital | |
| dc.subject | Kualitas Tata Kelola | |
| dc.subject | Kredit Bermasalah (NPL) | |
| dc.subject | Stabilitas Keuangan | |
| dc.subject | ASEAN-5. | |
| dc.title | Analisis Pengaruh Inklusi Keuangan Digital dan Kualitas Tata Kelola terhadap Stabilitas Keuangan di Asean-5 | |
| dc.type | Thesis |
