Analisis Pengaruh Inklusi Keuangan Digital dan Kualitas Tata Kelola terhadap Stabilitas Keuangan di Asean-5
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Stabilitas keuangan merupakan kondisi ketika sistem keuangan mampu
menjalankan fungsi intermediasi secara efektif tanpa menimbulkan gangguan yang
berpotensi memicu krisis. Dalam menjalankan fungsi intermediasi tersebut,
perbankan dihadapkam pada beberapa risiko keuangan salah satunya yaitu risiko
kredit. Dalam perkembangannya, peningkatan Inklusi keuangan digital dan
perbaikan kualitas tata kelola dipandang sebagai instrumen strategis dalam
memperluas akses layanan keuangan formal di kawasan ASEAN-5, namun
perkembangan ini juga membawa dinamika risiko terhadap stabilitas keuangan,
khususnya dalam bentuk peningkatan kredit bermasalah. Kemudahan akses
pembiayaan berpotensi mendorong ekspansi kredit kepada peminjam berisiko
tinggi, sementara kualitas tata kelola berperan dalam memperkuat pengawasan dan
disiplin kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi
keuangan digital (IKD) dan kualitas tata kelola (KTK) terhadap rasio kredit
bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di ASEAN-5 selama periode 2012-2023
menggunakan metode regresi data panel. Inklusi keuangan digital dan kualitas tata
kelola dikontruksikan sebagai indeks komposit menggunakan metode Principal
Component Analysis (PCA). Rasio NPL digunakan sebagai variabel dependen,
sedangkan inklusi keuangan digital dan kualitas tata kelola sebagai variabel
independen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital
berpengaruh positif signifikan terhadap rasio NPL, yang mencerminkan
meningkatnya risiko gagal bayar seiring dengan meluasnya akses keuangan formal.
Sebaliknya, kualitas tata kelola berpengaruh negatif signifikan terhadap rasio NPL,
yang menunjukkan bahwa efektivitas pemerintah, kualitas regulasi, penegakan
hukum, dan pengendalian korupi berperan penting dalam memperkuat manajemen
risiko perbankan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan inklusi
keuangan digital yang diimbangi dengan penguatan kualitas tata kelola guna
menjaga kualitas kredit dan stabilitas keuangan di kawasan ASEAN-5.
Description
Approved by Teddy
