Implementasi Slow Deep Breathing pada Pasien Hipertensi dengan Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif di UPT Puskesmas Kedungjajang Lumajang
| dc.contributor.author | Dinda Aprilia Wahyuningtyas | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T12:10:03Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-11 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_09 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Hipertensi termasuk salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kematian dan kecacatan secara global. Kondisi ini umunya tidak memiliki penyebab spesifik, namun jika berlangsung lama dapat menimbulkan perubahan struktural pada pembuluh darah arteriol yang berpotensi memicu masalah keperawatan yaitu risiko perfusi miokard tidak efektif. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dapat dilakukan intervensi keperawatan terapi relaksasi. Salah satu bentuk terapi relaksasi yang dapat diterapkan adalah slow deep breathing. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi slow deep breathing dalam menurunkan tekanan darah serta peningkatan perfusi miokard pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungjajang Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan yaitu Tn. P yang dirawat di Puskesmas Kedungjajang dengan diagnosis hipertensi, composmentis, mengalami masalah keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif, mengalami hipertensi grade 1, dan bersedia menjadi partisipan. Hasil studi kasus menunjukkan masalah keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif pada Tn. P berhubungan dengan kondisi hipertensi yang dialami dan dibuktikan dengan faktor risiko yaitu hipertensi. Intervensi yang diberikan yaitu slow deep breathing yang dilakukan 1 kali sehari dengan durasi 15 menit selama 5 hari berturut-turut. Hasil implementasi slow deep breathing menunjukkan bahwa tujuan tercapai, perfusi miokadr meningkat dengan kriteria evaluasi keluhan nyeri dada menurun, diaforesis menurun, frekuensi nadi dalam rentang normal (60-100 kali/menit), dan tekanan darah membaik 118/80 mmHg. Bagi peneliti selanjutnya disarankan tetap melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin tiap hari, baik sebelum maupun sesudah implementasi slow deep breathing, sehingga penurunan tekanan darah dapat tercapai secara optimal. Bagi perawat intervensi ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan pada pasien hipertensi yang mengalami risiko perfusi miokard tidak efektif. Serta bagi partisipan dianjurkan melakukan slow deep breathing saat tekanan darah meningkat maupun saat timbul keluhan nyeri dada. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Indriana Noor Istiqomah, S.Kep., Ners, M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10951 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Hipertensi | |
| dc.subject | Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif | |
| dc.subject | Slow Deep Breathing | |
| dc.title | Implementasi Slow Deep Breathing pada Pasien Hipertensi dengan Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif di UPT Puskesmas Kedungjajang Lumajang | |
| dc.type | Other |
