Implementasi Slow Deep Breathing pada Pasien Hipertensi dengan Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif di UPT Puskesmas Kedungjajang Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Hipertensi termasuk salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap
peningkatan angka kematian dan kecacatan secara global. Kondisi ini umunya tidak
memiliki penyebab spesifik, namun jika berlangsung lama dapat menimbulkan
perubahan struktural pada pembuluh darah arteriol yang berpotensi memicu
masalah keperawatan yaitu risiko perfusi miokard tidak efektif. Untuk mengatasi
kondisi tersebut, dapat dilakukan intervensi keperawatan terapi relaksasi. Salah satu
bentuk terapi relaksasi yang dapat diterapkan adalah slow deep breathing. Tujuan
laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi slow deep
breathing dalam menurunkan tekanan darah serta peningkatan perfusi miokard
pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungjajang Lumajang.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan yaitu Tn. P yang
dirawat di Puskesmas Kedungjajang dengan diagnosis hipertensi, composmentis,
mengalami masalah keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif, mengalami
hipertensi grade 1, dan bersedia menjadi partisipan.
Hasil studi kasus menunjukkan masalah keperawatan risiko perfusi miokard
tidak efektif pada Tn. P berhubungan dengan kondisi hipertensi yang dialami dan
dibuktikan dengan faktor risiko yaitu hipertensi. Intervensi yang diberikan yaitu
slow deep breathing yang dilakukan 1 kali sehari dengan durasi 15 menit selama 5
hari berturut-turut. Hasil implementasi slow deep breathing menunjukkan bahwa
tujuan tercapai, perfusi miokadr meningkat dengan kriteria evaluasi keluhan nyeri
dada menurun, diaforesis menurun, frekuensi nadi dalam rentang normal (60-100
kali/menit), dan tekanan darah membaik 118/80 mmHg.
Bagi peneliti selanjutnya disarankan tetap melakukan pemantauan tekanan
darah secara rutin tiap hari, baik sebelum maupun sesudah implementasi slow deep
breathing, sehingga penurunan tekanan darah dapat tercapai secara optimal. Bagi
perawat intervensi ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan pada pasien
hipertensi yang mengalami risiko perfusi miokard tidak efektif. Serta bagi
partisipan dianjurkan melakukan slow deep breathing saat tekanan darah meningkat
maupun saat timbul keluhan nyeri dada.
Description
Finalisasi Maya_09 Juli 2026
