Pengaruh Media Interaktif Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

Abstract

Mata pelajaran IPA mempelajari tentang konsep, teori, prinsip, dan hukum terkait fenomena alam yang disertai dengan sikap ilmiah. Implementasi IPA dalam Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih aktif dan kritis. Akan tetapi fakta di sekolah menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa masih rendah. Hal ini menandakan terdapat hambatan dalam pembelajaran dan kurangnya motivasi belajar IPA. Media pembelajaran merupakan salah satu perangkat pendukung yang dapat menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar. Salah satu jenis media pembelajaran adalah media interaktif yang dapat membantu siswa memahami konsep, meningkatkan keaktifan, minat, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis. Articulate Storyline menjadi salah satu bentuk media interaktif yang berisi materi disertai berbagai gambar, suara, animasi, dan video pembelajaran yang terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengkaji pengaruh media interaktif Articulate Storyline terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP, dan (2) mengkaji pengaruh media interaktif Articulate Storyline terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian ini mengguanakan quasi experiment dengan desain penelitian posttest only control group design. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Maesan Bondowoso pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII dengan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang menggunakan 2 kelas dari keseluruhan populasi sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan media interaktif Articulate Storyline sedangkan kelas kontrol menggunakan menggunakan PPT dan buku paket. Teknik pengumpulan data yaitu tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan angket untuk lembar motivasi belajar siswa. Teknik analisa data kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar menggunakan uji homogenitas, uji normalitas (Shapiro-Wilk), dan uji independent sample t-test. Hasil analisis data hipotesis pertama untuk uji normalitas kemampuan berpikir kritis diperoleh data terdistribusi normal. Hasil uji independent sample t test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima berarti terdapat perbedaan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Media interaktif Articulate Storyline yang diterapkan pada kelas eskperimen, membuat siswa menjadi pusat kegiatan pembelajaran (student center learning) yang aktif belajar selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Melalui keterlibatan aktif ini mampu merangsang sikap siswa untuk dapat berpikir lebih kritis. Sedangkan hasil analisis data hipotesis kedua motivasi belajar diperoleh uji normalitas data yang terdistribusi normal. Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,036 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan rata-rata skor motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peran media pembelajaran Articulate Storyline terhadap motivasi belajar siswa yaitu merangsang rasa antusias dan keaktifan siswa. Kebutuhan akan belajar materi pembelajaran juga tumbuh pada diri siswa saat mengakses materi, video, gambar, audio yang tersedia pada media interaktif Articulate Storyline. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Hasil rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen 57,55. Sedangkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis pada kelas kontrol 28,31. Sehingga dapat diketahui bahwa penerapan media interaktif Articulate Storyline berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP. (2) Hasil rata-rata skor motivasi belajar siswa kelas eksperimen 76,49. Sedangan skor rata-rata kelas kontrol adalah 69,61. Sehingga dapat diketahui bahwa penerapan media interaktif Articulate Storyline berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP.

Description

Reupload file repositori 3 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By