Pengaruh Konsumsi Kopi Robusta Terhadap Kejadian Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) pada Mahasiswa Sehat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) merupakan kondisi yang umum
terjadi baik pada pria maupun wanita. LUTS selain dapat mengganggu kehidupan
sosial penderitanya, juga dapat meningkatkan resiko kecemasan dan depresi. Kopi
telah lama dianggap sebagai salah satu minuman yang dapat meningkatkan gejala
LUTS. Akan tetapi, konsumsi kopi terus meningkat dari tahun ke tahun bahkan
telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehingga menghindari konsumsi
kopi dirasa akan cukup sulit. Penelitian-penelitian sebelumnya juga memberikan
hasil yang berbeda-beda terkait pengaruh konsumsi kopi terhadap LUTS.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain One
Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian merupakan mahasiswa
kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jember berusia 18-25 yang telah
memenuhi kriteria penelitian. Subjek penelitian berjumlah 20 mahasiswa. Subjek
penelitian akan mendapat perlakuan berupa konsumsi kopi robusta satu kali sehari
selama 14 hari. Sebelum dan sesudah intervensi, akan dilakukan penilaian gejala
LUTS menggunakan kuesioner LURN SI-10 . Hasil penelitian akan diuji
menggunakan uji Wilcoxon signed rank test untuk membandingkan hasil pretest
dan posttest dan uji Mann whitney untuk mengetahui pengaruh gender terhadap
hasil penelitian.
Karakteristik sampel menunjukkan proporsi yang sama antara laki-laki
(n=10) dan perempuan (n=10) dalam penelitian. Mayoritas subjek penelitian bukan
pengonsumsi kopi rutin (65%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan
konsumsi kopi robusta signifikan menyebabkan perubahan pada gejala urgensi
berkemih (p= 0,035) dan nokturia (p= 0,046). Di lain sisi, konsumsi kopi robusta
ditemukan tidak signifikan menyebabkan perubahan pada gejala peningkatan
frekuensi berkemih, inkontinensia, nyeri kandung kemih, gejala pengosongan, dan
gejala pasca miksi (p >0,05). Uji Mann whitney menunjukkan gender tidak
mempengaruhi perubahan gejala LUTS akibat kopi. Dapat disimpulkan bahwa
konsumsi kopi robusta selama 14 hari dapat meningkatkan kejadian urgensi
berkemih dan nokturia.
Description
Reupload file repositori 9 februari 2026_ratna/dea
