Efektivitas Formulasi Cair Konsorsium Bacillus dalam Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Pseudomonas Syringae) dan Meningkatkan Produksi Edamame Di Rumah Kaca
| dc.contributor.author | Berlian Novitasari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-02T02:43:17Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-27 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 2 Feb 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Edamame merupakan komoditas ekspor potensial ke Jepang, tetapi produksinya di Indonesia masih rendah karena serangan penyakit hawar daun bakteri (Pseudomonas syringae pv. glycinea). Pestisida kimia menyebabkan residu dan dampak lingkungan. Pengendalian hayati dengan konsorsium Bacillus (B. subtilis JB12, B. siamensis ST4, dan B. amyloliquefaciens LB2) yang diformulasi cair menggunakan ekstrak kentang-gula dan berbagai kaldu (ayam, ikan, ebi) digunakan sebagai solusi ramah lingkungan untuk menekan patogen dan meningkatkan pertumbuhan serta mutu Edamame.Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jember dengan RAL (4 perlakuan × 6 ulangan × 4 tanaman). Parameter diamati meliputi zona hambat in vitro, masa inkubasi penyakit, kejadian, keparahan, pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah dan luas daun), produksi (jumlah, panjang, berat, dan grading polong), serta dianalisis menggunakan ANOVA.Semua isolat Bacillus menunjukkan daya hambat terhadap P. syringae, walaupun tidak tampak signifikan saat dikombinasikan dalam konsorsium. Formulasi dengan kaldu ikan menghasilkan efektivitas pengendalian tertinggi (75,03%) dan masa inkubasi lebih lambat (23 HSI). Formulasi kaldu ayam menunjukkan produksi terbaik (jumlah dan berat polong tertinggi, serta peningkatan polong SFG grade ekspor). Formulasi dengan kaldu ebi memberikan hasil lebih rendah pada pengendalian penyakit dan mutu produksi. Ketiga perlakuan meningkatkan luas daun dan kualitas morfologi polong dibanding kontrol. Aktivitas antibiosis, persaingan nutrisi, serta peran hormon IAA dan siderofor mendasari efektivitas pengendalian oleh Bacillus.Ketiga isolat Bacillus efektif menghambat P. syringae secara individu. Formulasi cair dengan kaldu ikan paling efektif dalam menekan penyakit hawar daun, sedangkan formulasi kaldu ayam paling optimal dalam meningkatkan produksi dan mutu polong Edamame. Penggunaan formulasi konsorsium Bacillus dengan bahan pembawa diperkaya kaldu potensial dikembangkan sebagai strategi pengendalian hayati yang berkelanjutan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti S.P., M.Sc | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/923 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Edamame | |
| dc.subject | Konsorsium Bacillus | |
| dc.subject | Psedomonas syringae | |
| dc.title | Efektivitas Formulasi Cair Konsorsium Bacillus dalam Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Pseudomonas Syringae) dan Meningkatkan Produksi Edamame Di Rumah Kaca | |
| dc.type | Other |
