Efektivitas Formulasi Cair Konsorsium Bacillus dalam Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Pseudomonas Syringae) dan Meningkatkan Produksi Edamame Di Rumah Kaca
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Edamame merupakan komoditas ekspor potensial ke Jepang, tetapi produksinya
di Indonesia masih rendah karena serangan penyakit hawar daun bakteri
(Pseudomonas syringae pv. glycinea). Pestisida kimia menyebabkan residu
dan dampak lingkungan. Pengendalian hayati dengan konsorsium Bacillus (B.
subtilis JB12, B. siamensis ST4, dan B. amyloliquefaciens LB2) yang diformulasi
cair menggunakan ekstrak kentang-gula dan berbagai kaldu (ayam, ikan, ebi)
digunakan sebagai solusi ramah lingkungan untuk menekan patogen dan
meningkatkan pertumbuhan serta mutu Edamame.Penelitian dilakukan di
Laboratorium dan Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jember dengan RAL
(4 perlakuan × 6 ulangan × 4 tanaman). Parameter diamati meliputi zona hambat in
vitro, masa inkubasi penyakit, kejadian, keparahan, pertumbuhan tanaman (tinggi,
jumlah dan luas daun), produksi (jumlah, panjang, berat, dan grading polong), serta
dianalisis menggunakan ANOVA.Semua isolat Bacillus menunjukkan daya hambat
terhadap P. syringae, walaupun tidak tampak signifikan saat dikombinasikan dalam
konsorsium. Formulasi dengan kaldu ikan menghasilkan efektivitas pengendalian
tertinggi (75,03%) dan masa inkubasi lebih lambat (23 HSI). Formulasi kaldu ayam
menunjukkan produksi terbaik (jumlah dan berat polong tertinggi, serta peningkatan
polong SFG grade ekspor). Formulasi dengan kaldu ebi memberikan hasil lebih rendah
pada pengendalian penyakit dan mutu produksi. Ketiga perlakuan meningkatkan luas
daun dan kualitas morfologi polong dibanding kontrol. Aktivitas antibiosis, persaingan
nutrisi, serta peran hormon IAA dan siderofor mendasari efektivitas pengendalian oleh
Bacillus.Ketiga isolat Bacillus efektif menghambat P. syringae secara individu. Formulasi
cair dengan kaldu ikan paling efektif dalam menekan penyakit hawar daun, sedangkan
formulasi kaldu ayam paling optimal dalam meningkatkan produksi dan mutu polong
Edamame. Penggunaan formulasi konsorsium Bacillus dengan bahan pembawa diperkaya
kaldu potensial dikembangkan sebagai strategi pengendalian hayati yang berkelanjutan.
Description
Reuploud file repositori 2 Feb 2026_Firli
