Lingkungan Fisik, Keberadaan Escherichia coli pada Sumber Air Bersih, dan Genital Hygiene terhadap Keputihan Patologis pada Santriwati: Studi di Pondok Pesantren X Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Lingkungan yang buruk dan sanitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan infeksi genital akibat kontaminasi bakteri Escherichia coli, terutama melalui air yang tercemar dan praktik kebersihan yang tidak tepat. Kualitas air yang rendah dan kuantitas air yang tidak terpenuhi dapat mengganggu aktivitas genital hygiene. Genital hygiene yang buruk meningkatkan risiko keputihan patologis, gejala awal infeksi reproduksi yang umum terjadi pada remaja putri, khususnya santriwati. Keputihan patologis pada santriwati dikaitkan dngan kesadaran menjaga kebersihan genital dan genital hygiene yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan lingkungan fisik, keberadaan Escherichia coli pada sumber air bersih, dan genital hygiene terhadap keputihan patologis pada santriwati Pondok Pesantren X Jember Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini mengobservasi lingkungan fisik, keberadaan Escherichia coli pada sumber air bersih (PDAM dan sumur bor), dan genital hygiene serta mencari hubungan antara genital hygiene dengan keputihan patologis pada santriwati yang dilakukan dalam satu waktu. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 56 santriwati. Sampel lingkungan dalam penelitian ini adalah air bersih di asrama Pondok Pesantren X Jember yang berasal dari sumur bor dan PDAM dengan pengambilan sampel air sebanyak dua titik. Pengambilan data menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa kandungan Escherichia coli di sumber air bersih. Analisis data secara univariat dan bivariat melalui uji Fisher Exact Test untuk melihat hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa lingkungan fisik untuk aspek penyediaan air bersih memenuhi syarat, baik pada aspek kuantitas air dan prasarana air bersih. Sumber air bersih yang digunakan berasal dari sumur bor dan PDAM. Aspek lingkungan fisik lainnya yakni sarana sanitasi dan keberadaan jamban memenuhi syarat dengan masing-masing poin nilai terpenuhi. Hasil pemeriksaan kualitas air menunjukkan terdapat kandungan Escherichia coli sebesar 150 JPT/100 mL di air sumur bor dan 23 JPT/100 mL di air PDAM yang melebihi baku mutu yang ditetapkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 yakni 0 CFU/100 mL. Hasil identifikasi genital hygiene menunjukkan 53,5% santriwati memiliki genital hygiene tergolong baik, sedangkan 46,5% lainnya memiliki genital hygiene tergolong buruk. Hasil identifikasi keputihan patologis menunjukkan bahwa 94,7% santriwati mengalami keputihan patologis. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara genital hygiene dengan keputihan patologis (p = 0,151). Kesimpulan dari penelitian ini adalah responden didominasi oleh usia 16 - 18 tahun, menempuh tingkat pendidikan SMK, dan seluruhnya menetap di pondok pesantren selama tujuh hari terakhir hingga penelitian dilaksanakan. Hasil identifikasi lingkungan fisik di Pondok Pesantren X Jember memenuhi syarat. Identifikasi keberadaan Eschercichia coli pada sumber air bersih tidak memenuhi syarat. Identifikasi genital hygiene menujukkan hasil bahwa mayoritas responden berperilaku genital hygiene yang baik. Identifikasi keputihan patologis menunjukkan hasil bahwa mayoritas responden mengalami keputihan patologis. Uji fisher exact test menunjukkan hasil tidak ada hubungan antara genital hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada santriwati Pondok Pesantren X Jember. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah melakukan pemantauan pemakaian air bersih lebih lengkap dan menambah variabel penelitian berdasarkan pada faktor-faktor risiko keputihan patologis pada remaja putri.

Description

Reupload file repository 5 Mei 2026_Ratna :: Finalisasi Repositori File 18 Mei 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By