Korelasi Diagnosis dan Prognosis dengan Kecemasan Praoperasi pada Pasien Anak di RSD Dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Pendahuluan: Kecemasan praoperasi sangat umum terjadi terutama pada
kelompok usia anak-anak. Tingkat kecemasan praoperasi dapat memengaruhi
kondisi dari mental dan perkembangan anak sehingga sangat umum berhubungan
dengan hasil yang merugikan. Salah satu faktor risiko yang signifikan untuk
kecemasan praoperasi adalah diagnosis serta prognosis dari penyakit pasien.
Kecemasan praoperasi ini dapat disebabkan oleh ketidakjelasan dari penyakit yang
diderita, kebutuhan prosedur kesehatan dan potensi komplikasi dari diagnosis.
Penelitian lain juga membuktikan bahwa terdapat korelasi antara kecemasan
dengan diagnosis pada pasien, namun penelitian yang ada hanya dilakukan dengan
subjek pasien dewasa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk
kepentingan klinis maupun kepentingan penelitian lebih lanjut.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara diagnosis dan prognosis dengan kecemasan
praoperasi pada pasien pediatrik.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental
menggunakan rancangan cross-sectional dengan metode observasional analitik.
Subjek penelitian dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu pasien anak yang
mengalami kecemasan praoperasi dan pasien anak yang tidak mengalami
kecemasan praoperasi. Data primer berupa tingkat kecemasan praoperasi yang
diperoleh secara langsung dengan melakukan penilaian menggunakan mYPAS.
Data sekunder pada penelitian ini diambil dari diagnosis dan prognosis pada rekam
medis pasien anak yang akan menjalani prosedur operasi di RSD dr. Soebandi.
Hasil: Data penelitian mengungkapkan dari 42 sampel, sebesar 71,4% (30) pasien
mengalami kecemasan praoperasi, sedangkan sebesar 28,6% (12) pasien tidak
mengalami kecemasan praoperasi. Terdapat 61,9% (26) pasien berjenis kelamin
laki-laki dan 38,1% (16) berjenis kelamin perempuan. Sampel dengan kelompok
umur terbanyak dari kelompok yang berusia 0-2 yaitu 42,9% (18). Terdapat
hubungan yang signifikan antara diagnosis dan prognosis penyakit dengan
kecemasan praoperasi. Nilai p-value yang didapatkan dari uji korelasi diagnosis
dengan kecemasan praoperasi ditemukan sebesar 0,034 (p-value < 0,05) dan pvalue
hasil uji korelasi prognosis dengan kecemasan praoperasi ditemukan sebesar
0,049 (p-value < 0,05).
Kesimpulan: Diagnosis dan prognosis penyakit dapat memengaruhi kecemasan
praoperasi pada pasien anak di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian berikutnya
diharapkan menggunakan sampel yang lebih besar dan homogen serta pengamat
lebih dari satu.
Description
Reupload File Repositori 4 Februari 2026_Teddy/Hendra
