Berpikir Kritis Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Program Linear Ditinjau dari Teori Kepribadian Big Five
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Berpikir kritis merupakan kemampuan penting pada abad 21, umumnya
berpikir kritis membantu siswa menyelesaikan masalah yang bersifat kontekstual.
Namun terdapat penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis
siswa Indonesia tergolong rendah yang disebabkan oleh kesulitan dalam
memahami konsep materi pembelajaran dan masalah yang bersifat kontekstual
salah satunya adalah materi program linear dimana dalam menyelesaikan masalah
program linear siswa harus memiliki kemampuan analisis hingga pengambilan
kesimpulan. Berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah memiliki
hubungan dengan kepribadian siswa, salah satunya adalah kepribadian big five.
Terdapat penelitian yang menyatakan bahwa kepribadian big five memiliki
pengaruh besar terhadap berpikir kritis seseorang. Terdapat 6 aspek berpikir kritis
yaitu Interpretasi, Analisis, Evaluasi, Inferensi, Eksplanasi dan Self-regulation.
Berdasarkan permasalahan diatas maka dibutuhkan solusi dalam mengatasinya
namun jika tidak segera diatasi maka akan menimbulkan masalah lebih kompleks
yaitu menimbulkan rendahnya kualitas lulusan, sehingga tujuan penelitian ini
yaitu mendeskripsikan berpikir kritis siswa SMA Negeri Tamanan dalam
memecahkan masalah program linear ditinjau dari teori kepribadian big five.
Proses pengambilan data pra penelitian yaitu menyebar angket kepribadian
big five kepada siswa SMA Negeri Tamanan kelas XII IPA 2, hasil analisis data
angket kemudian dikelompokkan pada setiap tipe kepribadiannya dilanjutkan
memilih skor tertinggi pada setiap tipe kepribadian untuk dijadikan subjek
penelitian yaitu satu siswa tipe kepribadian ekstraversion (SE), satu siswa tipe
kepribadian agreeableness (SA), satu siswa tipe kepribadian openess (SO), satu
siswa kepribadian neuroticim (SN) dan satu siswa kepribadian conscientiousness(SC). Dilanjutkan dengan memberikan soal tes berpikir kritis materi program
linear kepada siswa dan dilanjutkan dengan mewawancarai subjek penelitian
tentang berpikir kirtis dalam memecahkan soal program linear yang telah
dikerjakan. Hasil data dari tes dan wawancara kemudian dianalisis dan
disimpulkan.
Hasil dari penelitian ini adalah siswa SMA Negeri Tamanan dengan tipe
kepribadian ekstraversion dapat memberikan semua informasi terkait berpikir
kritisnya baik dari data tes maupun wawancara dengan lengkap dan benar. Siswa
agreeableness mampu dalam mengerjakan soal berpikir kritis program linear baik
dalam mengidentifikasi informasi, menentukan perencanaan, melakukan
perhitungan sampai mengahasilkan jawaban yang sesuai sedangkan saat
wawancara siswa memiliki kelemahan dalam menceritakan kembali masalah,
menyebut komponen penting, menjelaskan hubungan variabel keputusan dengan
pertanyaan dan metode yang kurang lengkap. Siswa openess terkait berpikir
kritisnya hanya mampu mengidentifikasi semua informasi soal namun tidak
mampu dalam melakukan perencanaan penyelesaian yang dilihat dari model
matematika yang kurang tepat sehingga proses pengerjaan dan hasil kurang tepat,
sedangkan saat wawancara memiliki kelemahan dalam menyebut komponen
penting, menjelaskan maksud dan alasan memilih variabel keputusan maupun
hubungannya dengan pertanyaan serta metode yang kurang lengkap. Siswa
neuroticism terkait berpikir kritisnya hanya mampu mengidentifikasi sebagian
informasi soal yaitu bagian diketahui dan ditanya namun tidak mampu dalam
memilih variabel keputusan, melakukan perencanaan penyelesaian dilihat dari
model matematika kurang tepat sehingga hasil yang didapat kurang tepat,
sedangkan saat wawancara siswa lemah menceritakan kembali masalah,
menjelaskan maksud dan alasan memilih variabel keputusan maupun
hubungannya dengan pertanyaan serta metode kurang lengkap. Siswa
conscientiousness tidak mampu mengerjakan soal berpikir kritis program linear
sedangkan saat wawancara hanya mampu menceritakan kembali masalah,
menjelaskan pengaruh variabel keputusan dengan bagian diketahui dan
menjelakan kesesuaian hasil dengan pertanyaan.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 25
