Penggunaan virtual reality pada pembelajaran IPA untuk mengembangkan penguasaan konsep siswa SMP materi rantai makanan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran IPA merupakan fenomena alam yang tergolong sulit dan
bersifat abstrak. Pentingnya penguasaan konsep secara mendalam pada
pembelajaran IPA di era abad 21 sangat diperlukan untuk pengalaman belajar yang
sangat luas agar kemampuan siswa bukan hanya sekedar memahami, akan tetapi
bisa menerapkan penguasaan konsep pada materi yang dipelajari, penguasaan
konsep siswa di Indonesia masih kurang optimal, sebagian besar disebabkan oleh
pembelajaran IPA yang asbtrak dan sulit. Media pembelajaran memiliki peran
penting dalam menyampaikan materi oleh guru kepada siswa dengan tujuan yang
diinginkan. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya media virtual reality untuk
menvisualisasikan materi pembelajaran IPA dalam mengembangkan penguasaan
konsep siswa.
Penerapan media virtual reality ini merupakan teknologi yang menggunakan
perangkat elektronik untuk menciptakan lingkungan yang terlihat nyata, sehingga
pengguna bisa merasakan pengalaman nyata dengan lingkungan tersebut.
Teknologi ini dapat digunakan pengguna untuk berpartisipasi dalam lingkungan
yang disimulasikan dan dirasakan seolah-olah mereka berada di dalamnya.
Software yang digunakan untuk media virtual reality salah satunya yaitu Software
Millealab. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) mengkaji penguasaan konsep
siswa sebelum dan sesudah menggunakan Virtual reality, (2) mengkaji penggunaan
virtual reality dalam mengembangkan penguasaan konsep siswa SMP materi rantai
makanan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan multiple
case-study melalui desain exploratory case-study. Penelitian ini telah dilaksanakan
secara tatap muka di SMP Negeri 3 Rambipuji pada semester gasal Tahun Ajaran
2024/2025. Pengambilan sampel siswa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
menggunakan teknik purposive sampling adapun kriteria siswa yaitu (1) siswa belum memiliki pengalaman dalam menggunakan virtual reality. (2) siswa
belum memperoleh materi rantai makanan di SMP dan (3) siswa yang telah
diberikan informasi terkait penelitian dan berpartisipasi secara sukarela.
Hasil penelitian menujukkan adanya perubahan penguasaan konsep pada
rantai makanan. Semua siswa berhasil menjawab test dengan benar, yaitu pada
konsep (A)mengidentifikasi biotik dan abiotik, semua siswa bisa menjawab dengan
benar perbedaan dan contoh biotik dan abiotik. Namun, pada konsep (B) adalah
menjelaskan interaksi peran setiap tingkat trofik dalam rantai makanan terdapat 14
siswa yang menjawab dengan benar. Konsep (C) adalah menganalisis peranan
komponen-komponen ekosistem dalam aliran energi tterdapat 12 siswa menjawab
dengan benar. Konsep (D) adalah menganalisis dampak hilangnya salah satu
komponen dalam rantai makanan terhadap keseimbangan ekosistem secara
keseluruhan terdapat 7 siswa yang menjawab dengan benar. Konsep (E) adalah
menganalisis peran pengurai terdapat 12 siswa menjawab dengan benar. Setiap
konsep dalam soal yang ditentukan siswa memiliki penguasaan konsep yang
berbeda-beda. Tidak semua siswa menguasai konsep, namun setidaknya mampu
memahami konsep dalam soal tersebut.
Aktivitas belajar menggunakan virtual reality memberikan peluang bagi
siswa untuk menambah pengalaman belajar bermakna; adanya fitur visualisasi 3D
di dalam virtual reality siswa bisa menjelajah dalam lingkungan virtual yang aman.
Pengalaman tersebut dapat membantu siswa belajar mendalam mengenai
penguasaan konsep materi yang abstrak dibandingkan pembelajaran konvensional.
Namun, terdapat keterbatasan teknik, efek samping fisik dan perlunya peran aktif
guru dalam memfasilitasi pembelajaran. Sehingga perlu adanya pengembangan
lanjut pada virtual reality dan konten pembelajaran dapat mengatasi permasalahan
tersebut sehingga memkasimalkan potensi virtual reality dalam pendidikan.
Description
Reupload file repository 18 februari 2026 maya/mita
