Hubungan Self Efficacy Evidence Based Practice dengan Implementasi Evidence Based Practice pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember
| dc.contributor.author | Cory Tanaya Yonas | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-16T03:17:53Z | |
| dc.date.issued | 2026-11-21 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Kemajuan teknologi informasi, praktik klinis, dan metode penelitian mendorong pengambilan keputusan klinis yang dilakukan melalui pengimplementasian Evidence Based Practice (EBP). Pengimplementasian EBP menjadi hal penting karena dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Namun, sebagian besar mahasiswa profesi ners masih belum mengimplementasikan EBP dalam praktik klinis. Hasil penelitian terdahalu menunjukkan kesiapan mahasiswa program profesi ners kurang baik dalam penerapan Evidence-based practice terhadap pasien kelolaannya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karena kurangnya kepercayaan diri mahasiswa mengenai keterampilan penerapan EBP. Berdasarkan buku panduan praktik profesi, mahasiswa program profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember dituntut untuk mengintegrasikan asuhan keperawatan berdasarkan analisis jurnal dan EBP. Penelitian yang meneliti mengenai self-efficacy EBP dan implementasi EBP masih terbatas. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui hubungan self-efficacy Evidence Based Practice dengan implementasi Evidence Based Practice pada mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa pendidikan profesi ners semester 1 dan 2 di Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan total seluruh populasi sejumlah 168 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang dipilih berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi dengan sample minimum 191 mahasiswa. Namun, berdasarkan hasil pengisian kuesioner responden menunjukkan sample penelitian berjumlah 135 dengan 4 data responden terduplikasi dengan nama sama. Sehingga dalam penelitian ini jumlah semple yang sesuai adalah 131 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-Efficacy in Evidence-based practice (SE-EBP) dan Evidence Based Practice Implemtasi (EBPI) yang di sebarkan pada responden melalui google form. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji Spearmen’s Rho untuk mengetahui hubungan self-efficacy Evidence Based Practice dengan implementasi Evidence Based Practice pada mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Hasil penelitian distribusi karakteristik didapatkan nilai tengah usia 23 dengan rentang 20-27 tahun dan mayotitas berjenis kelamin perempuan 116 mahasiswa (88,50 %) dengan sebagian besar mahasiswa pada semester 1 sebanyak 103 orang ( 78,60 %). Kemudian materi perkuliahan yang pernah didapatkan menunjukkan mayoritas mahasiswa telah mendapatkan materi Evidence-based practice 129 mahasiswa (98%), materi desain/analisis penelitian dan cara pencarian literatur mendapatkan nilai yang sama sebanyak 97 mahasiswa (74%), materi penggunaan komputer atau laptop untuk mencari EBP sebanyak 69 mahasiswa ( 52,70 %). Pada tingkat self-efficacy Evidence Based Practice mayoritas dalam kategori sedang sebanyak 99 mahasiswa (75,60 %). Kemudian tingkat implementasi Evidence-based practice paling banyak terdapat pada kategori baik dimana lebih dari setengah responden penelitian atau sebanyak 71 mahasiswa (54,20 %). Hasil uji korelasi sperment rho’s mendapatkan hasil p value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar (+ 0.535). Kesimpulan penelitian ini yaitu terintegrasinya pembelajaran akademis, pengalaman praktik klinik dan tugas implementasi EBP sesuai dengan pedoman praktik profesi semua stase mendorong munculnya self-efficacy. Self-efficacy inilah yang mendorong pencarian pengetahuan baru untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. Sehingga munculnya perilaku awal EBP seperti mencari dan menilai bukti hingga menggunakan bukti. Setelah mahasiswa melaksanakan EBP, mahasiswa akan mengevaluasi hasil dan berbagi pengetahuan yang mencerminkan pemeliharaan perilaku. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pelatihan, pengalaman, waktu dan penyesuaian bukti dengan kondisi pasien juga akan mempengaruhi pelaksanaan EBP. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ns. Yulia Kurniawati, S.Kep., M.Kep. Dosen pembimbing Anggota : Ns. Alfid Tri Afandi, S.Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5375 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Self Efficacy | |
| dc.subject | Evidence Based Practice | |
| dc.subject | Mahasiswa Profesi Ners | |
| dc.title | Hubungan Self Efficacy Evidence Based Practice dengan Implementasi Evidence Based Practice pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember | |
| dc.type | Other |
