Hubungan Self Efficacy Evidence Based Practice dengan Implementasi Evidence Based Practice pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kemajuan teknologi informasi, praktik klinis, dan metode penelitian
mendorong pengambilan keputusan klinis yang dilakukan melalui
pengimplementasian Evidence Based Practice (EBP). Pengimplementasian EBP
menjadi hal penting karena dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
Namun, sebagian besar mahasiswa profesi ners masih belum
mengimplementasikan EBP dalam praktik klinis. Hasil penelitian terdahalu
menunjukkan kesiapan mahasiswa program profesi ners kurang baik dalam
penerapan Evidence-based practice terhadap pasien kelolaannya. Hal ini dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karena kurangnya
kepercayaan diri mahasiswa mengenai keterampilan penerapan EBP. Berdasarkan
buku panduan praktik profesi, mahasiswa program profesi Ners Fakultas
Keperawatan Universitas Jember dituntut untuk mengintegrasikan asuhan
keperawatan berdasarkan analisis jurnal dan EBP. Penelitian yang meneliti
mengenai self-efficacy EBP dan implementasi EBP masih terbatas. Oleh karena
itu, peneliti ingin mengetahui hubungan self-efficacy Evidence Based Practice
dengan implementasi Evidence Based Practice pada mahasiswa Profesi Ners
Fakultas Keperawatan Universitas Jember.
Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain penelitian
menggunakan metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa
pendidikan profesi ners semester 1 dan 2 di Fakultas Keperawatan Universitas
Jember dengan total seluruh populasi sejumlah 168 mahasiswa. Teknik sampling
yang digunakan adalah purposive sampling yang dipilih berdasarkan kriteria
eksklusi dan inklusi dengan sample minimum 191 mahasiswa. Namun,
berdasarkan hasil pengisian kuesioner responden menunjukkan sample penelitian
berjumlah 135 dengan 4 data responden terduplikasi dengan nama sama. Sehingga
dalam penelitian ini jumlah semple yang sesuai adalah 131 mahasiswa. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-Efficacy in Evidence-based practice
(SE-EBP) dan Evidence Based Practice Implemtasi (EBPI) yang di sebarkan pada
responden melalui google form. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis
bivariat dengan uji Spearmen’s Rho untuk mengetahui hubungan self-efficacy
Evidence Based Practice dengan implementasi Evidence Based Practice pada
mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember.
Hasil penelitian distribusi karakteristik didapatkan nilai tengah usia 23
dengan rentang 20-27 tahun dan mayotitas berjenis kelamin perempuan 116
mahasiswa (88,50 %) dengan sebagian besar mahasiswa pada semester 1
sebanyak 103 orang ( 78,60 %). Kemudian materi perkuliahan yang pernah
didapatkan menunjukkan mayoritas mahasiswa telah mendapatkan materi
Evidence-based practice 129 mahasiswa (98%), materi desain/analisis penelitian
dan cara pencarian literatur mendapatkan nilai yang sama sebanyak 97 mahasiswa
(74%), materi penggunaan komputer atau laptop untuk mencari EBP sebanyak 69
mahasiswa ( 52,70 %). Pada tingkat self-efficacy Evidence Based Practice
mayoritas dalam kategori sedang sebanyak 99 mahasiswa (75,60 %). Kemudian
tingkat implementasi Evidence-based practice paling banyak terdapat pada
kategori baik dimana lebih dari setengah responden penelitian atau sebanyak 71
mahasiswa (54,20 %). Hasil uji korelasi sperment rho’s mendapatkan hasil p
value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar (+ 0.535).
Kesimpulan penelitian ini yaitu terintegrasinya pembelajaran akademis,
pengalaman praktik klinik dan tugas implementasi EBP sesuai dengan pedoman
praktik profesi semua stase mendorong munculnya self-efficacy. Self-efficacy
inilah yang mendorong pencarian pengetahuan baru untuk mengatasi masalah
kesehatan pasien. Sehingga munculnya perilaku awal EBP seperti mencari dan
menilai bukti hingga menggunakan bukti. Setelah mahasiswa melaksanakan EBP,
mahasiswa akan mengevaluasi hasil dan berbagi pengetahuan yang mencerminkan
pemeliharaan perilaku. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa
kendala seperti kurangnya pelatihan, pengalaman, waktu dan penyesuaian bukti
dengan kondisi pasien juga akan mempengaruhi pelaksanaan EBP.
Description
Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
