Analisis Pengaruh Islamic Governance dan Human Development Index terhadap Tingkat Kemiskinan di Negara Organisasi Kerjasama Islam
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Negara-negara anggota OKI meskipun memiliki sumber daya alam yang
melimpah namun mereka menyumbang sekitar 25% populasi miskin dunia. Hal ini
menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar belum diimbangi dengan tata
kelola pemerintahan yang efektif dan pembangunan manusia yang optimal. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Legal and
Governance Islamicity Index sebagai indikator Islamic Governance dan Human
Development Index (HDI) terhadap tingkat kemiskinan di negara-negara OKI.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data
panel pada 11 negara anggota OKI selama periode 2015–2022. Data diperoleh dari
Islamicity Foundation, UNDP, dan World Bank. Metode analisis yang digunakan
adalah Fixed Effect Model (FEM), yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan uji
Hausman. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kemiskinan
(diukur dengan poverty headcount ratio), sementara variabel independennya adalah
Legal and Governance Islamicity Index dan Human Development Index.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Legal and Governance Islamicity
Index berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan. Artinya,
penerapan prinsip-prinsip tata kelola Islami belum mampu secara nyata
menurunkan kemiskinan di negara-negara OKI. Hal ini disebabkan oleh berbagai
hambatan struktural seperti lemahnya institusi, tingginya tingkat korupsi, dan
ketidakefisienan kebijakan publik. Di sisi lain, Human Development Index
menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini
membuktikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar
hidup secara langsung mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Model regresi yang
digunakan memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 0,96, yang menunjukkan
bahwa 96% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembangunan manusia memiliki peran yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan, sementara Islamic Governance
memerlukan reformasi kelembagaan dan implementasi nilai-nilai moral seperti
ihsan agar dapat memberikan dampak nyata. Oleh karena itu, pemerintah negara
negara OKI disarankan untuk tidak hanya memperbaiki kualitas pemerintahan
secara administratif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan etika Islam
dalam kebijakan publik, serta memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan
dan kesehatan untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
Description
Reupload file Repositori 2 Februari 2026_Rudy K/Lia
