Penggunaan Penanda Fatis bahasa Jawa oleh remaja di Desa Kauman kecamatan Kauman kabupaten Tulungagung

dc.contributor.authorAngga Fajar Prasetyo
dc.date.accessioned2026-07-08T08:44:18Z
dc.date.issued2019-07-08
dc.descriptionreupload file repositori 8 juli 2026_kurnadi Validasi dan Finalisasi Ratna 8 Juli 2026
dc.description.abstractKerangka pikir dalam penelitian ini dilandasi oleh pendapat Kridalaksan (1990: 111-113) yang menjelaskan mengenai pengertian kategori fatis. Penelitian ini membahas pemakaian penanda fatis bahasa jawa oleh remaja di desa Kauman kecamatan Kauman Kabupaten tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk fatis yang ada di Kabupaten Tulungagung, dan (2) mendeskripsikan distribusi dan fungsi partikel fatis yang ada di Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah remaja yang tinggal di Desa Kauman Kabupaten tulungagung, dengan data berupa tuturan yang di dalamnya terdapat partikel fatis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode simak dengan teknik sadap diikuti teknik lanjutan berupa teknik catat, dan metode cakapdengan teknik pancing. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode padan ektralingual, yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis unsure yang bersifat ektralingual, seperti menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada diluar bahasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) bentuk fatis dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh remaja di Desa Kauman, (2) pendistribusian dan fungsi partikel fatis yang digunakan oleh remaja di Desa Kauman Kabupaten Tulungagung. Pada dasarnya bahasa jawa yang digunakan di Tulungagung tidak berbeda jauh dengan bahasa jawa di tempat lain, hanya saja masyarakat Tulungagung sering menggunakan partikel yang berbeda dengan daerah lain yang pada akhirnya membuat bahasa Jawa subdialek Tulungagung ini menjadi berbeda. Setidaknya terdapat sepuluh partikel dalam bahasa Jawa subdialek Tulungagung ini, diantaranya lek, ,halah, jan, ye,lha, lho, yo,mbog, peh, dan kok. Masing- masing partikel memiliki fungsi yang berbeda, partikel mbok,peh, halah, , dan jan memiliki fungsi penegasan dan penguatan, partikel yo, lha memiliki fungsi penghalus, dan partikel ye, lek, kok memiliki makna interogatif. Penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi dan pengetahuan mengenai komunikasi fatis antara dosen dan mahasiswa. Komunikasi fatis yang digunakan oleh remaja di Desa kauman untuk memulai pembicaraan, mempertahankan komunikasi, dan mengakhiri komunikasi deng mempererat fungsi sosial.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Asrumi, M.Hum. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Dewi Agustina Setyari S.S, M.Hum.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10804
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectFatis
dc.subjectPenggunaan Penanda
dc.titlePenggunaan Penanda Fatis bahasa Jawa oleh remaja di Desa Kauman kecamatan Kauman kabupaten Tulungagung
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Angga Fajar Prasetyo - 110110201038.pdf
Size:
639.25 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: