Penggunaan Penanda Fatis bahasa Jawa oleh remaja di Desa Kauman kecamatan Kauman kabupaten Tulungagung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Kerangka pikir dalam penelitian ini dilandasi oleh pendapat Kridalaksan
(1990: 111-113) yang menjelaskan mengenai pengertian kategori fatis. Penelitian ini
membahas pemakaian penanda fatis bahasa jawa oleh remaja di desa Kauman
kecamatan Kauman Kabupaten tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)
mendeskripsikan bentuk fatis yang ada di Kabupaten Tulungagung, dan (2)
mendeskripsikan distribusi dan fungsi partikel fatis yang ada di Kabupaten
Tulungagung.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data
penelitian ini adalah remaja yang tinggal di Desa Kauman Kabupaten tulungagung,
dengan data berupa tuturan yang di dalamnya terdapat partikel fatis. Metode
pengumpulan data dengan menggunakan metode simak dengan teknik sadap diikuti
teknik lanjutan berupa teknik catat, dan metode cakapdengan teknik pancing. Untuk
menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode padan ektralingual, yaitu
metode yang digunakan untuk menganalisis unsure yang bersifat ektralingual, seperti
menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada diluar bahasa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) bentuk fatis dalam bahasa Jawa
yang digunakan oleh remaja di Desa Kauman, (2) pendistribusian dan fungsi partikel
fatis yang digunakan oleh remaja di Desa Kauman Kabupaten Tulungagung. Pada
dasarnya bahasa jawa yang digunakan di Tulungagung tidak berbeda jauh dengan
bahasa jawa di tempat lain, hanya saja masyarakat Tulungagung sering menggunakan
partikel yang berbeda dengan daerah lain yang pada akhirnya membuat bahasa Jawa
subdialek Tulungagung ini menjadi berbeda. Setidaknya terdapat sepuluh partikel
dalam bahasa Jawa subdialek Tulungagung ini, diantaranya lek, ,halah, jan, ye,lha, lho, yo,mbog, peh, dan kok. Masing- masing partikel memiliki fungsi yang berbeda,
partikel mbok,peh, halah, , dan jan memiliki fungsi penegasan dan penguatan,
partikel yo, lha memiliki fungsi penghalus, dan partikel ye, lek, kok memiliki makna
interogatif.
Penelitian ini diharapakan dapat memberikan kontribusi dan pengetahuan
mengenai komunikasi fatis antara dosen dan mahasiswa. Komunikasi fatis yang
digunakan oleh remaja di Desa kauman untuk memulai pembicaraan,
mempertahankan komunikasi, dan mengakhiri komunikasi deng mempererat fungsi
sosial.
Description
reupload file repositori 8 juli 2026_kurnadi
Validasi dan Finalisasi Ratna 8 Juli 2026
