Efek Injeksi Protein Pili 65,5 kDa Klebsiella pneumoniae terhadap Serum Imunoglobulin G1 pada Mencit Galur BALB/c

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Klebsiella pneumoniae (K. pneumoniae) adalah bakteri gram negatif opportunistik yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti bakteremia, infeksi saluran kemih, dan pneumonia. Mutasi yang cepat menyebabkan resistensi terhadap berbagai antibiotic sehingga diperlukan Upaya preventif seperti vaksinasi. Protein pili 65,5 kDa merupakan protein penyusun pili K. pneumoniae dan bersifat antigenik sehingga berpotensi menjadi kandidat antigen vaksin. Penilaian potensi kandidat antigen vaksin dapat dilihat dari respons imun yang terbentuk salah satunya adalah IgG1. Penelitian ini menganalisis efek injeksi protein pili 65,5 kDa terhadap kadar IgG1 serum mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian randomized posttest only controlled group yang menggunakan mencit galur BALB/c sebagai hewan coba. Hewan coba dibagi menjadi tiga kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok K1 diinjeksi PBS; kelompok K2 diinjeksi campuran dari Freund’s adjuvant dan PBS; dan kelompok K3 diinjeksi campuran dari protein pili 65,5 kDa K. pneumoniae, Freund’s adjuvant, dan PBS. Injeksi dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval dua minggu secara intraperitoneal. Terminasi dilakukan 14 hari setelah injeksi ketiga. Kadar IgG1 diukur menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar IgG1 pada kelompok K1 sebesar 6,706 ± 0,450 pg/mL, nilai rata-rata pada kelompok K2 sebesar 7,188 ± 0,490 pg/mL, dan nilai rata-rata K3 yang didapat sebesar 7,294 ± 0,270 pg/mL. Uji normalitas menunjukkan p-value sebesar 0,126 (p>0,05) untuk K1, 0,445 (p>0,05) untuk K2 dan 0,942 (p>0,05) untuk K3. Uji homogenitas didapatkan p value sebesar 0,291 (p>0,05). Hal ini menunjukkan data penelitian tersebar secara normal dan homogen. Uji statistik Oneway ANOVA menunjukkan p value 0,036 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarkelompok. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa injeksi protein pili 65,5 kDa K. pneumoniae dapat meningkatkan kadar IgG1 serum pada mencit galur BALB/c. Penelitian lanjutan mengenai protein pili 65,5 kDa K. pneumoniae perlu dilakukan dengan mempertimbangkan pemberian dosis antigen bertingkat; meneliti sitokin dan antibodi lainnya; dan penggunaan pili berbentuk epitop dengan berat molekul yang berbeda

Description

Reupload file repositori 2 februari 2026_PKL Fani/Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By