Evaluasi Program Double Track di SMAN Pakusari Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan memegang peran sentral dalam pembangunan suatu negara.
Pendidikan tidak hanya berperan meningkatkan kecerdasan siswa melainkan
membangun potensi dan keterampilan. Potensi dan keterampilan ini sangat
diperlukan sebagai modal untuk terjun ke dunia kerja sehingga perlu dilatih sejak
dini. Program double track adalah salah satu pelaksanaan program kerja unggulan
dalam sektor pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur.
Kebijakan ini diharapkan sekolah-sekolah mampu mencetak lulusan yang tidak
hanya unggul secara akademis tetapi mampu memiliki pengetahuan serta
kompetensi sesuai dengan bidang keahlian, memiliki keterampilan dan jiwa
wirausaha, memiliki pengalaman bidang usaha dan produk yang bisa
dikembangkan setelah mengikuti pelatihan sehingga di masa yang akan datang bisa
menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki keterampilan untuk menjadi wirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program double track di
SMAN Pakusari Jember. Tujuan tersebut dicapai dengan membandingkan tingkat
kesesuaian pelaksanaan double track di SMAN Pakusari Jember dengan indeks
keberhasilan pelatihan (IKP) yang disusun oleh tim double track Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS). Lokasi penelitian dipilih dengan metode purposive area
yaitu di SMAN Pakusari Jember. Data utama didapatkan melalui observasi dan
wawancara dengan tim double track SMAN Pakusari Jember, data pendukung
dihasilkan melalui dokumen.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SMAN Pakusari Jember menerapkan
program double track dengan baik, beberapa dari komponen indikator program
double track berdasarkan indeks keberhasilan pelatihan (IKP) yang meliputi
tercapainya Jam ≥120JP, jumlah KUS, KUS unggulan dan omset, nilai omset
sekolah, DUDI bermitra dengan sekolah, sinergi DUDI dengan sekolah, jumlah produk unggulan, jumlah alumni mandiri, dan performa sekolah sudah sesuai
dengan indikator keberhasilan program. Akan tetapi terdapat 2 indikator yang
kurang sesuai dan 1 indikator tidak sesuai yaitu laporan dimonitoring oleh
kordinator monev kabupaten tetapi kenyataannya tidak ada kordinator monev
kabupaten, dipasarkan di media sosial dengan pelanggan dari wilayah berbeda
tetapi konsumen masih dari lingkup lokal dan banyak alumni yang mandiri tahun
2024 berjumlah 16 alumni. Hal ini disebabkan karena kurangnya pembiayaan
untuk mendirikan suatu usaha dan lowongan di mitra yang terbatas.
Berdasarkan hasil perhitungan persentase kesesuaian indeks keberhasilan
pelatihan (IKP) dapat disimpulkan bahwa program double track di SMAN
Pakusari Jember telah memenuhi komponen tercapainya jam ≥120JP sebesar 6,7%
dari 10%, komponen jumlah KUS sebesar 5% dari 5%, komponen KUS unggulan
dan omset sebesar 10% dari 10%, komponen nilai omset sebesar 10% dari 10%,
komponen DUDI bermitra dengan sekolah sebesar 10% dari 10%, komponen
sinergi DUDI dengan sekolah sebesar 5% dari 5%, komponen jumlah produk
unggulan 8,6% dari 10%, komponen jumlah alumni mandiri sebesar 7,5% dari
15%, komponen performa sekolah 25% dari 25%. Akumulasi persentase indeks
keberhasilan pelatihan (IKP) pada seluruh komponen program double track di
SMAN Pakusari Jember yaitu sebesar 91,4% dengan kategori “sangat sesuai”.
Berdasarkan penjabaran hasil penelitian, evaluasi program double track di
SMAN Pakusari Jember memiliki implikasi yang signifikan dalam dunia
pendidikan dan ketenagakerjaan. Di satu sisi, program ini memberikan peluang
bagi siswa untuk memperoleh keterampilan selain pendidikan akademik. Hal ini
dapat meningkatkan daya saing lulusan yang tidak melanjutkan ke perguruan
tinggi karena telah memiliki keterampilan yang bisa langsung digunakan di dunia
kerja. Namun di sisi lain, penerapan program double track masih menghadapi
tantangan yaitu kurang maksimalnya jumlah alumni yang bekerja maupun
berwirausaha yang disebabkan pembiayaan yang dibutuhkan siswa untuk
mendirikan usaha karena pembiayaan program lebih berfokus pada pembiayaan
pelatihan keterampilannya dan tidak mencakup pembiayaan pendirian usaha
setelah lulus.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 27
