Analisis Sumber Daya Keuangan Internal dan Green Banking Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Bank Konvensional dan Syariah yang Terdaftar di BEI Tahun 2018 – 2022
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Perbankan merupakan lembaga keuangan yang mengatur persebaran
pendapatan untuk mencapai pemerataan, maka darinya perbankan diwajibkan
untuk selalu kritis dalam menetapkan kebijakan yang akan distrategikan.
Perusahaan lembaga perbankan umum memiliki dua tipe, diantaranya perbankan
Konvensional dan Syariah. Pendirian dua jenis bank ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan pasar permintaan dalam lokal khusunya tuntutan oleh masyarakat
muslim. Secara garis besar, kedua perbankan ini dapat dibedakan atas
penerimaannya, dimana bank Konvensional memiliki pendapatan utama dalam
bentuk bunga kredit, sedangkan bank Syariah memiliki pendapatan utama dalam
bentuk bagi hasil pembiayaan, yang mana hal ini akan secara langsung
mempengaruhi tingkat profitabilitas perbankan.
Profitabilitas merupakan komponen yang penting untuk kepastian eksistensi
perbankan dalam mengoptimalkan perannya sebagai lembaga jasa keuangan.
Secara fenomena, kedua perbankan memiliki pola profitabiilitas yang fluktuatif,
hal ini tentunya disebabkan oleh faktor internal. Bedasarkan Resource Based
Theory menyatkan bahwa maksimalisasi tingkat profitablitas akan disebabkan
oleh strategi penetapan sumber daya internal yang tepat dan optimal, diantaranya
meliputi faktor efisiensi yang diproksikan menggunakan rasio BOPO (Beban
Operasional terhadap Pendapatan Operasional), faktor risiko yang diproksikan
menggunakan rasio NPL (Non-Performing Loans) atau NPF (Non-Performing
Financing), faktor likuiditas yang diproksikan menggunakan rasio LDR (Loan to
Deposits Ratio) atau FDR (Financing to Deposits Ratio), faktor modal yang
diproksikan menggunakan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio), dan faktor
tanggung jawab lingkungan yang diproksikan menggunakan rasio GBD (Green
Banking Diclosure).
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh
strategi faktor sumber daya internal terhadap tingkat profitabilitas perusahaan
perbankan, yang mana dalam implementasinya akan menggunakan bantuan
variabel kontrol berupa ukuran perusahaan dan umur perusahaan untukmenghindari bias dan meningkatkan akurasi hasil. Informasi ini akan ditujukan
kepada perbankan sebagai bahan dalam menentukan strategi kebijakan
implementasi sumber daya internal, pihak investor sebagai acuan dalam
menentukan strategi invevstasi terhadap lembaga perbankan bedasarkan tingkat
kesehatan sumber daya internalnya, serta pihak peneliti selanjutnya sebagai bahan
referensi dalam menentukan kebaharuan variabel atau metode dalam penelitian.
Penelitian ini mengaplikasikan metode analisis regresi berganda, sebuah
pendekatan statistik yang menggunakan alat analisis SPSS untuk mengevaluasi
hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Sampel
variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan perbankan
umum Konvensional dan Syariah yang terdaftar secara lengkap dan runtut di BEI
selama periode tahun 2018 hingga 2022. Dengan demikian, penelitian ini
memiliki cakupan data yang komprehensif untuk menunjang analisis dan temuan
yang lebih akurat.
Sebagai hasilnya ditemukan bahwa variabel BOPO dari kedua perbankan
masing-masing berpengaruh secara negatif signifikan pada ROA, variabel NPL
tidak berpengaruh secara signifikan, namun NPL berpengaruh secara positif
signifikan pada ROA, variabel LDR atau FDR masing-masing berpengaruh secara
positif signifikan pada ROA, variabel CAR kedua perbankan masing-masing
berpengaruh secara positif signifikan pada ROA, dan variabel GBD bank
konvensional berpengaruh secara negatif signifikan pada ROA sedangkan variabel
GBD bank Syariah tidak berpengaruh secara signifikan.
Secara garis besar, terdapat dua variabel yang menunjukkan hasil yang tidak
sesuai dengan Resource Based Theory dari kedua perbankan, yaitu meliputi risiko
kredit atau pembiayaan yang diproksikan dengan rasio NPL atau NPF dan
tanggung jawab risiko lingkungan yang diproksikan dengan rasio GBD. Kedua
aspek ini menunjukkan kekurangan dalam strategi perbankan dalam
mengoptimalkan kinerja keuangan mereka. Oleh karena itu, perbankan harus lebih
memperhatikan dan mengelola dengan lebih baik risiko-risiko tersebut agar dapat
meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan mereka secara keseluruhan.
Description
Reupload file repository 10 Februari 2026_Arif/Halima
