Interkasi Simbolik Pengguna Napza oleh Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang

dc.contributor.authorMuhammad Mukhlis Anshori
dc.date.accessioned2026-03-26T04:57:58Z
dc.date.issued2025-01-24
dc.descriptionReupload Repository Maya 25 Maret 2026
dc.description.abstractPenggunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) di kalangan mahasiswa merupakan isu penting dalam konteks kesehatan dan perilaku. Kasubag Umum BNN Kota Malang, Benny Trianto, dalam wawancaranya pada 11 September 2024 menegaskan bahwa penyalahgunaan Narkoba di Malang tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga telah merambah ke kalangan pelajar. Hal ini sangat memprihatinkan bagi masa depan bangsa Indonesia. Pengguna Napza di kalangan mahasiswa swasta di Kota Malang menggunakan simbol-simbol tertentu dalam interaksi dengan pengguna lainnya. Dalam penelitian ini terfokuskan terhadap alasan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang menggunakan Napza, simbol-simbol yang digunakan mahasiswa, dan bagaimana simbol tersebut dikomunikasikan. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan alasan mahasiswa di Kota Malang yang menggunakan Napza dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup tekanan emosional, stres, rasa jenuh, dan rasa ingin tahu. Di sisi lain, faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan pertemanan, baik di rumah, di kampus, maupun dalam pergaulan bebas di Kota Malang. Simbol-simbol yang digunakan dalam interaksi pengguna Napza di Kota Malang mencerminkan makna tertentu yang terbentuk melalui proses sosial. Simbol-simbol seperti istilah, objek fisik, dan estetika ruang hidup pengguna memiliki peran penting dalam komunikasi dan pembentukan identitas. Istilahistilah seperti SS, Micin untuk sabu, sedangkan Triheksifenidi disimbolkan dengan kucing, hitup, putih dan beras. Sedangkan trihexyphenidyl dikenal pil kuning, atau kunyit. Simbol tersebut hanya dipahami oleh lingkungan sosial pengguna Napza. Simbol fisik, seperti poster larangan, koleksi botol minuman keras, dan pencahayaan kamar yang remang-remang, tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan fisik tetapi juga mencerminkan identitas, gaya hidup, serta ekspresi diri pengguna. Objek-objek ini menjadi sarana untuk menyampaikan pesan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, mengenai citra diri yang ingin ditampilkan. Komunikasi yang digunakan mahasiswa di Kota Malang tidak terlepas dari media sosial salah satu aplikasi Whatsaap menjadi jalur komunikasi mahasiswa. Selain itu komunikasi yang dibangun oleh pengguna Napza di Kota Malang. Pola-pola tertentu yang digunakan dalam menyamarkan Napza, seperti penggunaan plastik klip, bungkus rokok, bungkus permen atau jasa ekspedisi, merupakan bentuk aksi kolektif yang terorganisir. Pola-pola ini tidak muncul dari inisiatif individu semata, melainkan merupakan hasil dari pengalaman bersama dan penyesuaian di dalam komunitas pengguna.
dc.description.sponsorshipDPU : Prof. Dr.Bambang Soepeno, M.Pd. DPA : Dr. Sukidin, M.Pd
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5669
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectInteraksionisme Simbolik
dc.subjectPengguna Napza
dc.subjectMahasiswa
dc.subjectKota Malang
dc.titleInterkasi Simbolik Pengguna Napza oleh Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Muhammad Muhkhlis Anshori - 210220303008.pdf
Size:
1.12 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: