Pengaruh Perbandingan Komposisi Kulit Edamame dan Kulit Singkong serta Variasi Dosis Gliserol Terhadap Karakteristik Bioplastik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Timbulan sampah plastik yang meningkat akan mengganggu ekosistem di
alam. Plastik merupakan bahan polimer sintesis yang dibuat melalui proses
polimerisasi dalam bentuk plastik kemasan. Sifatnya yang sulit terdegradasi di
alam menjadikannya penyumbang limbah terbesar yang menyebabkan rusaknya
keseimbangan alam. Plastik biodegradable merupakan salah satu cara mengatasi
sampah plastik, bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari sumber biologis
atau bahan alam yang dapat diperbaharui, memiliki sifat kedap udara dan kedap
air serta mudah didegradasi oleh mikroorganisme ketika dibuang ke lingkungan.
Plastik biodegradable dapat diukur keberhasilannya dari proses
pembuatan dan karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Pengukuran karakteristik
bioplastik dapat dilakukan dengan beberapa uji, diantaranya yaitu uji kuat tarik,
uji elongation (persentase perpanjangan), uji daya serap air, uji ketebalan
bioplastik, dan uji biodegradabilitas. Pembuatan bioplastik menggunakan variasi
komposisi pati kulit singkong dan kulit edamame yang berbeda yaitu 95%:5%,
90%:10%, dan 85%:15%, serta variasi konsentrasi gliserol yaitu 2%, 4%, dan 6%.
Bioplastik dengan karakteristik optimal memiliki nilai kuat tarik optimal sebesar
1,93 MPa, nilai persentase perpanjangan optimal sebesar 0,023%, nilai daya serap
air optimal sebesar 1,567%, nilai ketebalan optimal sebesar 0,49 mm, dan pada uji
biodegradasi diperoleh nilai sebesar 100% setelah ditimbun kompos selama 20
hari.
Pengujian terhadap data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan
uji analisis statistik yaitu uji MANOVA (Multivariate Analysis of Variance).
Analisis MANOVA terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas varians Bartlett's
Test, uji signifikansi MANOVA Pillai’s Trace, dan uji signifikan univariate Tests
of Between-Subjects Effects. Hasil uji normalitas menunjukkan uji daya serap air
berdistribusi normal dengan p-value 0,1237. Uji Homogenitas Bartlett's Test
menunjukkan uji kuat tarik memenuhi asumsi homogenitas varians dengan
p-value sebesar 0,4098. Hasil uji Signifikansi MANOVA Pillai’s Trace
menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan secara simultan antara
kelompok rasio bahan dan gliserol terhadap keempat variabel dependen yaitu uji
kuat tarik, persentase pemanjangan, daya serap air dan biodegradasi dengan
p-value 0,9214. Uji Signifikan Univariate Tests of Between-Subjects Effects
menunjukkan penambahan gliserol terhadap nilai kuat tarik berpengaruh
signifikan secara statistik, dengan nilai F = 9,9194 dan p-value 0,03294
menunjukkan perbedaan kadar gliserol memberikan pengaruh terhadap nilai kuat
tarik bioplastik.
Description
Reupload file repositori 3 februari 2026_Kurnadi
