Respon Pertumbuhan dan Hasil Kale (Brassica oleracea var. acephala) terhadap Interval Irigasi Tetes dan Pupuk Kotoran Sapi Menggunakan Metode Aerated Compost Tea
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Penelitian mengenai respon pertumbuhan dan hasil kale (Brassica
oleracea var. acephala) terhadap interval irigasi tetes dan dosis pupuk kotoran
sapi menggunakan metode Aerated Compost Tea (ACT) ini sejalan dengan
konsep Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan Zero
Hunger dan Responsible Consumption and Production. Melalui penerapan
teknologi irigasi tetes yang efisien serta pemanfaatan pupuk organik berbasis
Aerated Compost Tea (ACT). Melalui penerapan irigasi tetes dan pemanfaatan
pupuk organik ACT, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
kale, mengoptimalkan efisiensi penggunaan air dan pupuk, serta mendukung
praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini
berkontribusi dalam mendukung pengembangan pertanian yang produktif dan
berkelanjutan.
Kale (Brassica oleracea var. acephala) merupakan tanaman hortikultura
kaya nutrisi dengan permintaan yang terus meningkat seiring tren gaya hidup
sehat. Namun, produksi kale di Indonesia masih rendah dan belum mampu
memenuhi kebutuhan pasar. Data BPS (2021) menunjukkan produksi kale
menurun dari 204 ton pada tahun 2020 menjadi 203 ton pada tahun 2021.
Rendahnya produksi dipengaruhi oleh pengelolaan air yang kurang efisien dan
ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Penggunaan irigasi tetes menjadi salah
satu solusi karena mampu menyalurkan air langsung ke zona perakaran secara
lebih efisien dan terkontrol. Selain itu, Aerated Compost Tea (ACT) berbahan
dasar pupuk kotoran sapi dapat menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan yang
mengandung unsur hara dan mikroba bermanfaat bagi tanaman. Kombinasi
interval irigasi tetes dan dosis ACT yang tepat diharapkan mampu meningkatkan
pertumbuhan dan hasil produksi kale secara optimal dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil
produksi tanaman kale terhadap interval irigasi tetes dan dosis Aerated Compost
Tea (ACT) berbahan dasar pupuk kotoran sapi. Penelitian dilaksanakan pada
bulan November 2025 hingga Januari 2026 di Greenhouse Agroteknologi
Universitas Jember menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua
faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu interval irigasi tetes yang terdiri atas tiga
taraf perlakuan A1 (200 ml), A2 (250 ml), dan A3 (300 ml), sedangkan faktor
kedua yaitu dosis ACT yang terdiri atas B1 (0 ml/minggu), B2 (250 ml/minggu),
dan B3 (500 ml/minggu). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah
daun, kanopi tanaman, berat segar tajuk, volume akar, rasio tajuk akar dan water
use efficiency (WUE). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam
(ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interval irigasi tetes
berpengaruh nyata terhadap kanopi tanaman, berat segar tajuk, volume akar, rasio
tajuk akar dan water use efficiency. Perlakuan dosis ACT berpengaruh sangat
nyata terhadap rasio tajuk akar. Interaksi antara interval irigasi tetes dan dosis
ACT memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar tajuk, dan water use
efficiency serta berpengaruh sangat nyata terhadap rasio tajuk akar.
Description
Validasi file repositori 23 Juli 2026_Firli
