Analisis Peran Grup Jaranan Laras Wangi sebagai Intelektual Organik dalam Upaya Adaptasi terhadap Komersialisasi Budaya Using Banyuwangi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena cultural immersion, yaitu pariwisata
berbasis pengalaman budaya, yang berkembang pasca-COVID-19 sebagai strategi
memulihkan sektor pariwisata Banyuwangi. Kunjungan wisata melonjak dari
11.707 pada 2020 menjadi 49.351 pada 2023, namun di balik angka tersebut
tersimpan persoalan komersialisasi budaya yang perlahan menggerus otonomi
masyarakat lokal atas tradisi mereka sendiri. Masyarakat Suku Using menghadapi
tantangan nyata dari fenomena ini: ritual yang semula merupakan ekspresi identitas
kolektif kini banyak dikemas ulang menjadi produk pariwisata melalui program
desa wisata dan festival budaya. Pemerintah daerah secara tidak langsung berperan
sebagai aktor dominan yang menentukan kesenian Using mana yang layak
ditampilkan di panggung wisata, sebuah proses yang dinarasikan sebagai
pelestarian namun justru berpotensi mengambil alih kontrol komunitas lokal atas
makna tradisinya. Fenomena ini dianalisis menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci,
khususnya konsep intelektual organik dan strategi perang posisi. Gramsci
membedakan dua bentuk perlawanan terhadap hegemoni, yakni perang manuver
(perlawanan frontal) dan perang posisi (perjuangan bertahap masyarakat sipil tanpa
konfrontasi langsung). Konsep perang posisi inilah yang digunakan untuk
membedah cara Grup Jaranan Laras Wangi merespons tekanan komersialisasi
budaya, dengan intelektual organik dipahami sebagai aktor sosial yang
mengorganisir pengetahuan dan ide dari komunitasnya, bukan sekadar akademisi
formal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi.
Informan dipilih secara purposive dari tiga kriteria, meliputi pengelola Laras
Wangi, praktisi seni, dan pemangku otoritas kebudayaan Banyuwangi. Keabsahan
data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan peneliti, dengan analisis
mengikuti tahapan etnografis Cresswell.
Description
Finalisasi 31 Juli 2026 Rudi H
