Pengaruh Infusa Kulit Bawang Merah dalam Mencegah Peningkatan Jumlah Makrofag Alveolar Tikus Wistar Akibat Asap Rokok
| dc.contributor.author | Clarissa Wijaya | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-12T06:57:24Z | |
| dc.date.issued | 2024-12-18 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Perokok memiliki risiko tinggi menderita penyakit jantung karena kandungan dalam rokok sangat berbahaya bagi kesehatan terutama jantung. Partikel yang terdapat di asap rokok dapat menyebabkan sel otot jantung iskemi kemudian nekrosis. Senyawa radikal bebas yang terus menumpuk dalam tubuh akan mengakibatkan terjadi kondisi stress oksidatif. Kerusakan tersebut dapat dinetralisir dengan antioksidan sehingga mencegah kerusakan otot jantung akibat paparan asap rokok. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan adalah bawang merah dengan bagian kulit yang memiliki kandungan antioksidan flavonoid tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infusa kulit bawang merah terhadap kerusakan histopatologi sel otot jantung akibat paparan asap rokok. Penelitian ini merupakan true experimental laboratoris dengan desain penelitian posttest only control group. Unit eksperimen berupa tikus wistar jantan berjumlah 20 ekor, dibagi ke dalam empat kelompok dengan lima ekor tikus per kelompok. Kelompok normal K0, kelompok asap rokok K1, kelompok vitamin C K2, dan kelompok perlakuan Infusa Kulit Bawang Merah (IKBM) K3. Penelitian diawali dengan aklimatisasi hewan coba , dilanjutkan pemberian perlakuan selama 30 hari. K0 dan K1 diberi aquades 10ml/kgBB per oral, Kelompok vitamin C diberikan vitamin C dosis 25 mg/kgBB sedangkan kelompok perlakuan diberi infusa kulit bawang merah dengan dosis 1000 mg/kgBB. Dua jam setelah pemberian IKBM dan vitamin C per oral, hewan coba pada kelompok asap rokok dan kelompok perlakuan diberikan paparan asap rokok 2 batang/kelompok/hari. Hewan coba diterminasi pada hari ke-31 dengan injeksi ketamine-xylazine. Data penelitian yang dihasilkan yaitu jumlah makrofag alveolar yang diamati pada lima lapang pandang dengan perbesaran 400x di bawah mikroskop. Jumlah makrofag alveolar dihitung menggunakan FIJI. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata makrofag alveolar kelompok normal, asap rokok, vitamin C, IKBM berturut-turut adalah 0,6 ± 0,14; 21,12 ± 1,20; 1,58 ± 0,30; dan 2,32 ± 0,41. Data perbandingan rata-rata jumlah makrofag alveolar dianalisis dengan uji komparasi One-Way Anova karena data terdistribusi normal. Hasil uji komparasi menunjukkan adanya perbedaan bermakna (P<0,05) antara kelompok normal dan asap rokok, kelompok asap rokok dan kelompok IKBM, kelompok asap rokok dan kelompok vitamin C. Selain itu, didapatkan hasil perbedaan tidak bermakna antara kelompok vitamin C dan IKBM. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa infusa kulit bawang merah mampu mencegah peningkatan jumlah makrofag alveolar tikus Wistar yang terpapar asap rokok. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. dr. Dina Helianti, M. Kes. Dosen Pembimbing Anggota : dr. Laksmi Indreswari. Sp.B. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5259 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.title | Pengaruh Infusa Kulit Bawang Merah dalam Mencegah Peningkatan Jumlah Makrofag Alveolar Tikus Wistar Akibat Asap Rokok | |
| dc.type | Other |
