Pengaruh Infusa Kulit Bawang Merah dalam Mencegah Peningkatan Jumlah Makrofag Alveolar Tikus Wistar Akibat Asap Rokok
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Perokok memiliki risiko tinggi menderita penyakit jantung karena
kandungan dalam rokok sangat berbahaya bagi kesehatan terutama jantung. Partikel
yang terdapat di asap rokok dapat menyebabkan sel otot jantung iskemi kemudian
nekrosis. Senyawa radikal bebas yang terus menumpuk dalam tubuh akan
mengakibatkan terjadi kondisi stress oksidatif. Kerusakan tersebut dapat dinetralisir
dengan antioksidan sehingga mencegah kerusakan otot jantung akibat paparan asap
rokok. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan adalah bawang merah
dengan bagian kulit yang memiliki kandungan antioksidan flavonoid tertinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infusa kulit bawang merah
terhadap kerusakan histopatologi sel otot jantung akibat paparan asap rokok.
Penelitian ini merupakan true experimental laboratoris dengan desain
penelitian posttest only control group. Unit eksperimen berupa tikus wistar jantan
berjumlah 20 ekor, dibagi ke dalam empat kelompok dengan lima ekor tikus per
kelompok. Kelompok normal K0, kelompok asap rokok K1, kelompok vitamin C
K2, dan kelompok perlakuan Infusa Kulit Bawang Merah (IKBM) K3. Penelitian
diawali dengan aklimatisasi hewan coba , dilanjutkan pemberian perlakuan selama
30 hari. K0 dan K1 diberi aquades 10ml/kgBB per oral, Kelompok vitamin C
diberikan vitamin C dosis 25 mg/kgBB sedangkan kelompok perlakuan diberi
infusa kulit bawang merah dengan dosis 1000 mg/kgBB. Dua jam setelah
pemberian IKBM dan vitamin C per oral, hewan coba pada kelompok asap rokok
dan kelompok perlakuan diberikan paparan asap rokok 2 batang/kelompok/hari.
Hewan coba diterminasi pada hari ke-31 dengan injeksi ketamine-xylazine. Data
penelitian yang dihasilkan yaitu jumlah makrofag alveolar yang diamati pada lima
lapang pandang dengan perbesaran 400x di bawah mikroskop. Jumlah makrofag
alveolar dihitung menggunakan FIJI.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata makrofag alveolar kelompok normal,
asap rokok, vitamin C, IKBM berturut-turut adalah 0,6 ± 0,14; 21,12 ± 1,20; 1,58
± 0,30; dan 2,32 ± 0,41. Data perbandingan rata-rata jumlah makrofag alveolar
dianalisis dengan uji komparasi One-Way Anova karena data terdistribusi normal.
Hasil uji komparasi menunjukkan adanya perbedaan bermakna (P<0,05) antara
kelompok normal dan asap rokok, kelompok asap rokok dan kelompok IKBM,
kelompok asap rokok dan kelompok vitamin C. Selain itu, didapatkan hasil
perbedaan tidak bermakna antara kelompok vitamin C dan IKBM. Berdasarkan
hasil penelitian disimpulkan bahwa infusa kulit bawang merah mampu mencegah
peningkatan jumlah makrofag alveolar tikus Wistar yang terpapar asap rokok.
Description
Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
