Perdagangan Opium di Keresidenan Besuki Tahun 1896 - 1942
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini mengkaji perubahan sistem perdagangan opium di Keresidenan
Besuki dari tahun 1896 hingga 1942, dengan fokus pada peralihan dari sistem
opiumpacht (penyewaan kepada pihak swasta) menuju opiumregie (monopoli
negara). Perubahan ini mencerminkan pergeseran orientasi Pemerintah Hindia
Belanda dalam mengelola komoditas opium sebagai sumber pendapatan dan alat
kontrol sosial. Melalui pendekatan sejarah ekonomi, studi ini menganalisis
regulasi, jalur distribusi, aktor yang terlibat, dan dampak yang ditimbulkan
terhadap masyarakat dan kekuasaan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sistem opiumregie memberikan kontribusi fiskal yang lebih besar dibanding
opiumpacht, dengan pendapatan negara yang meningkat secara stabil hingga awal
1930-an. Distribusi opium dijalankan melalui jaringan resmi yang terpusat,
mencakup pengolahan di Regiehuis Batavia, pengangkutan laut dan darat ke
gudang regional, hingga penjualan di opiumwinkel oleh agen berlisensi. Harga
opium ditetapkan tetap oleh negara dan tidak mengalami perubahan selama proses
distribusi. Secara sosial, sistem regie memperluas jangkauan konsumsi opium
hingga ke kalangan elit dan pejabat pribumi, serta membatasi peran distribusi
informal oleh elit lokal. Praktik penyelundupan dan distribusi ilegal tetap marak
terjadi di luar jalur resmi. Pendudukan Jepang tahun 1942 menghentikan sistem
opiumregie, tetapi belum ditemukan catatan rinci mengenai proses penghentian
tersebut maupun dampaknya terhadap masyarakat pengguna. Studi ini diharapkan
dapat memperkaya historiografi kolonial Indonesia, khususnya dalam memahami
relasi antara negara, ekonomi kolonial, dan pengendalian sosial melalui
perdagangan komoditas adiktif.
Description
Reaploud Repository 25 Maret_agus
