Perbandingan Hasil Regresi Eksponensial dan Regresi Weibull (Studi Kasus: Pasien Demam Berdarah Dengue)

dc.contributor.authorAeni Irma Kusniah
dc.date.accessioned2026-02-19T02:27:45Z
dc.date.issued2025-05-07
dc.descriptionReaploud Repository February_agus
dc.description.abstractDemam berdarah dengue (DBD) merupakan demam akut yang disebabkan oleh infeksi virus dengue (DENV). DBD juga merupakan penyakit yang paling cepat menyebar, dengan tingkat sakit dan kematian yang tinggi. Oleh karena itu, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup pasien dan mendukung pengembangan strategi pengobatan yang lebih efektif, dapat dilakukan dengan menggunakan analisis survival. Analisis survival merupakan metode yang digunakan untuk menggambarkan data ketahanan hidup. Ketahanan hidup (survival) menggambarkan probabilitas sebuah objek akan terus berfungsi tanpa mengalami peristiwa (event) tertentu selama jangka waktu yang ditentukan dan dalam kondisi yang telah ditetapkan. Event dalam penelitian ini adalah kematian pasien demam berdarah dengue dengan skala pengukuran waktu dalam hari. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup pasien demam berdarah dengue menggunakan regresi Eksponensial dan regresi Weibull, dan hasil perbandingannya. Langkah yang dilakukan yaitu mendeskripsikan karakteristik pasien demam berdarah dengue, menganalisis kurva Kaplan-Meier, melakukan uji multikolinearitas, analisis untuk pemilihan model terbaik menggunakan metode backward guna memperoleh nilai AIC terkecil dan mengetahui variabel yang berpengaruh secara signifikan, serta melakukan uji signifikansi parameter dengan uji serentak. Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu waktu (𝑌1), status (𝑌2), usia (𝑋1), jenis kelamin (𝑋2), suhu badan (𝑋3), jumlah leukosit (𝑋4), jumlah trombosit (𝑋5), dan kadar hematokrit (𝑋6). Data yang digunakan adalah data rekam medis pasien demam berdarah dengue di RSD dr. Soebandi Jember sebanyak 41 data. Berdasarkan analisis deskriptif didapatkan 35 data tersensor dan 6 data tidak tersensor. Model terbaik adalah model regresi Weibull, karena nilai AIC regresi Weibull lebih kecil sebesar 42,68, dibandingkan model regresi Eksponensial sebesar 50,66. Kemudian berdasarkan model regresi Eksponensial faktor yang secara signifikan mempengaruhi ketahanan hidup pasien DBD adalah usia, sedangkan berdasarkan model regresi Weibull adalah usia dan kadar hematokrit.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si. Dosen Pembimbing Anggota : Prof. Drs. I Made Tirta, M.Sc., Ph.D.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3644
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectRegresi Eksponensial
dc.subjectRegresi Weibull
dc.subjectDemam Berdarah
dc.subjectDengue
dc.titlePerbandingan Hasil Regresi Eksponensial dan Regresi Weibull (Studi Kasus: Pasien Demam Berdarah Dengue)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Aeni Irma Kusniah - 211810101042.pdf
Size:
1.54 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: