Tindak Tutur Asertif Hotma Sitompul dalam Kasus Julian Eka Putra pada Podcast Close The Door Deddy Corbuzier
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Hotma Sitompul (HS) merupakan kuasa hukum yang terkenal di Indonesia.
Salah satu kasus yang pernah ditangani oleh Hotma Sitompul ialah kasus Julian Eka
Putra (JEP). HS sebagai kuasa hukum JEP diundang di berbagai podcast, salah
satunya podcast “close the door” Deddy Corbuzier (DC). Tuturan HS dalam
podcast “close the door” DC terindikasi menggunakan tindak tutur asertif. Oleh
karena itu, fokus penelitian ini mengkaji tindak tutur asertif Hotma Sitompul
tentang kasus Julian Eka Putra pada podscast “close the door” Deddy Corbuzier.
Penelitian ini terdiri atas tiga permasalahan, meliputi 1) bentuk tindak tutur
asertif HS pada podcast “close the door” DC; 2) fungsi tindak tutur asertif HS pada
podcast “close the door” DC; dan 3) modus tindak tutur asertif HS pada podcast
“close the door” DC. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan dan
mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan modus tindak tutur asertif HS yang terdapat
dalam podcast “close the door” DC.
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu rancangan
kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif. Data yang
dihasilkan dalam penelitian ini berupa segmen tutur HS tentang kasus JEP pada
podcast “close the door” DC yang mengindikasikan bentuk, fungsi, dan modus
tindak tutur asertif beserta kotek dan konteksnya. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik dokumentasi, observasi, simak dan catat. Analisis data
menggunakan pendekatan fenomenologi, karena menganalisis fenomena-fenomena
yang terjadi dalam peristiwa tutur yang dilakukan oleh Hotma Sitompul dengan
Deddy Corbuzier. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini model
Miles dan Huberman yang dibagi menjadi tiga kegiatan, meliputi reduksi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam bentuk tindak tutur
asertif HS dalam kasus JEP pada podcast “close the door” DC, meliputi (1)
menyatakan, (2) memberitahukan, (3) menyarankan, (4) menuntut, (5) melaporkan,
(6) dan memambanggakan. Bentuk tindak tutur asertif menyatakan ditemukan
dengan adanya petanda kata saya dan pernyataan tidak setuju. Bentuk tindak tutur
asertif memberitahukan ditemukan adanya petanda kata ada, punya dan pernyataan
menginformasikan yang lain. Bentuk tindak tutur asertif menyarankan ditemukan
adanya petanda kata saja. Bentuk tindak tutur asertif menuntut ditemukan
penggunaan kata gausah dan harus. Bentuk tindak tutur asertif melaporkan
ditemukan adanya penggunaan klausa ada satu begini. Kemudian untuk bentuk
tindak tutur asertif membanggakan ditemukan klausa pengikutnya jutaan orang.
Fungsi tindak tutur ditemukan tiga fungsi, meliputi (1) fungsi bekerjasama, (2)
fungsi kompetitif, dan (3) fungsi menyenangkan. Fungsi bekerjasama yang
ditemukan dalam penelitian ini digunakan untuk menyatakan, memberitahukan,
dan melaporkan. Fungsi kompetitif dalam penelitian ini digunakan untuk menuntut
dan menyarankan. Kemudian fungsi menyenangkan dalam penelitian ini digunakan
untuk membanggakan. Modus tindak tutur ditemukan lima modus, meliputi (1)
modus indikatif, (2) modus imperatif, (3) modus optatif, modus (4) obligatif, (5)
modus interogatif, dan (6) modus disideratif.
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, terdapat beberapa
hal yang disarankan, yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia disarankan agar memanfaatkan hasil penelitian ini untuk bahan diskusi
mata kuliah pragmatik khususnya dalam pembahasan materi tindak tutur asertif.
Selain itu, hasil penelitian ini juga disarankan untuk peneliti yang sebidang ilmu
sebagai referensi penelitian yang sejenis dengan objek penelitian yang berbeda.
Description
Reuploud file repository 7 mei 2026_Firli_Tata
