Strategi Bertahan Hidup Petani Kopi Robusta Lahan Sempit di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember

dc.contributor.authorMuhammad Lukman Hidayatullah
dc.date.accessioned2026-03-26T03:42:12Z
dc.date.issued2025-07-09
dc.descriptionReupload Repository Maya 25 Maret 2026
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara agraris, dimana sebagian penduduknya bertahan hidup dengan bekerja pada bidang pertanian. Pertanian memiliki arti luas yang mencakup pertanian sawah, perkebunan, peternakan dan perikanan. Perkebunan merupakan salah satu komoditas yang berperan penting dan strategis dalam membangun perekonomian Indonesia salah satunya yaitu komoditas kopi. Usahatani kopi di Indonesia menjadi suatu peluang besar yang menjanjikan untuk dikembangkan karena Indonesia masuk ke dalam lima negara penghasil kopi terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan hidup petani kopi robusta pada lahan sempit. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja yaitu di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan ditentukan secara sengaja dengan beberapa ketentuan kriteria tertentu. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil data yang di peroleh akan analisis dengan moden analisis Miles,Huberman & Saldana (2014) yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya keadaan usahatani kopi robusta di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember memiliki lahan yang sangat sempit yaitu kurang dari 1 Ha. Oleh karena itu, petani memiliki strategi bertahan hidup dengan melakukan suatu sistem sosial agar dapat bertahan hidup dengan adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan latensi atau pemeliharaan pola. Pada adaptasi para petani melakukan diversifikasi atau tumpang sari tanaman pada lahan kopinya dengan menambah tanaman durian, alpukat, pisang, umbiumbian, papaya, cabe jawa, dan vanili hal tersebut dilakukan untuk menambah pemasukan dengan menjual hasil tumpang sari tanaman dikarenakan proses panen kopi bergantian dengan tanaman tumpang sari. Keterbatasan lahan juga membuat petani melakukan ekstensifikasi lahan dengan menyewa milik lahan pinus milik perhutani untuk ditanami tanaman kopi hal ini dinilai melanggar atau illegal dikarenakan, sewa lahan hanya melalui penjaga perhutani tidak kepada pusat. Petani juga memiliki cara untuk meningkatkan hasil kopinya dengan intensifikasi pada lahan dan tanaman dengan melakukan stek, pruning (pemangkasan) dan pembuatan rorak. Selain meningkatkan hasil tanaman, pada saat panen kopi petani juga memiliki cara cara tersendiri dalam menjual hasil panennya ada yang di jual pada saat basah setelah petik, ada yang di proses menjadi kering (ose) dan ada yang di jual menjadi olahan bubuk. Hasil panen yang diterima petani tidak semuanya di jual akan tetapi disimpan sebagian yang dapat mereka gunakan sebagai tabungan. Selain dari tanaman kopi petani juga melakukan diversifikasi pekerjaannya dengan mencari pekerjaan sampingan seperti pedagang, buruh tani, peternak, penebang kayu, penyadap pinus dan karet tidak hanya petani, keluarga petani juga ikut ambil peran dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan keberlanjutan bertahan hidup. Selain itu, petani melakukan hemat atau efisiensi pengeluaran dengan mengganti pupuk kimia dengan pupuk organik dari kotoran ternak, hemat tidak membeli barang yang kurang mendesak, memanfaatkan alam sebagai sumber pangan, dan menabung dalam bentuk uang, kopi, ternak dan perhiasan. Petani kopi lahan sempit di Desa Rowosari memiliki kemampuan dalam menentukan tujuan hidup dan mengatur cara mencapainya, seperti melakukan peminjaman modal ke bank atau pengepul untuk memenuhi kebutuhan serta mengembangkan usaha. Mereka juga aktif membangun jaringan sosial melalui kerja sama sesama petani, berbagi informasi pasar, serta bergotong royong membangun akses jalan ke lahan. Dalam menjaga integrasi sosial, para petani menjalin hubungan baik dengan kelompok tani dan pengepul, membangun kepercayaan, dan berbagi pengalaman serta alat pertanian. Hubungan ini menciptakan solidaritas dan keteraturan dalam komunitas petani. Selain itu, pemeliharaan pola nilai dilakukan melalui harapan dan bantuan dari pemerintah maupun keluarga. Petani mendapatkan bantuan seperti BLT, PKH, bibit, alat, serta pelatihan. Bantuan tenaga dan dana dari keluarga juga mendukung keberlangsungan usaha tani. Semua ini menunjukkan bahwa petani mampu bertahan hidup melalui dukungan jaringan sosial dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
dc.description.sponsorshipDPU : Dra. Sofia, M.Hum
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5634
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectKopi Robusta
dc.subjectPetani
dc.titleStrategi Bertahan Hidup Petani Kopi Robusta Lahan Sempit di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MUHAMMAD LUKMAN HIDAYATULLAH - 211510901043.pdf
Size:
2.01 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: