Efektivitas Ampas Kopi Robusta sebagai Adsorben dalam Menurunkan Kadar Fosfat pada Limbah Cair Laundry
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Limbah cair yang dihasilkan dari industri laundry berpotensi mencemari
lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Seiring dengan pesatnya
pertumbuhan industri laundry di Indonesia, kebutuhan akan sistem pengelolaan
limbah yang efektif pun semakin mendesak. Tanpa adanya pengolahan yang
memadai, limbah cair dari kegiatan laundry dapat meningkatkan risiko
pencemaran lingkungan. Salah satu parameter pencemar yang umum terdapat
pada limbah laundry adalah fosfat. Kadar fosfat yang melebihi ambang batas baku
mutu pada badan air dapat menyebabkan penumpukan unsur hara secara
berlebihan yang dikenal dengan istilah eutrofikasi. Kondisi ini mendorong
pertumbuhan pertumbuhan alga berlebih dan penurunan kadar oksigen terlarut
sehingga dapat mengganggu keseimbangan biologis yang ada di dalam perairan.
Pengujian awal pada salah satu industri laundry rumahan menunjukkan bahwa
konsentrasi fosfat pada limbah tersebut mencapai 6,29-6,36 mg/L. Salah satu
metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah adsorpsi.
Metode adsorpsi merupakan salah satu teknik yang efektif untuk
menurunkan kadar fosfat dan mengatur nilai pH pada limbah cair laundry, karena
proses ini sederhana, ekonomis, dan mampu mencapai efisiensi penyisihan yang
tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan
adsorben berbahan dasar karbon aktif ampas kopi robusta serta perannya dalam
menurunkan kadar fosfat dan pH limbah. Proses adsorpsi dilakukan dengan
variasi massa adsorben (1 gr; 3 gr; 5 gr), dan menggunakan variasi waktu kontak
(15 menit; 20 menit; 25 menit; 30 menit). Hasil terbaik diperoleh pada
penggunaan massa adsorben 1 gram dalam waktu kontak 30 menit yang mampu
menurunkan kadar fosfat secara optimal dengan efisiensi penyisihan sebesar
77,05% dan pH akhir mencapai 7,2.
Setelah melakukan penelitian, data hasil percobaan perlu diidentifikasi
model kinetikanya dengan cara membandingkan data eksperimental terhadap
model kinetik orde 0, orde 1, dan orde 2. Model kinetika adsorpsi yang sesuai
pada massa adsorben 1 gram adalah model kinetika orde satu. Pada massa
adsorben 3 gram dan 5 gram, mengikuti model kinetika orde nol. Data hasil
percobaan perlu diuji signifikansinya melalui uji F dengan regresi linier berganda.
Hasil uji regresi linier berganda diperoleh nilai R
2 0,7017 dan p-value 1,628 ×
10⁻⁷ (< 0,05). Secara parsial, massa adsorben dan waktu kontak memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penyisihan fosfat, dengan p-value
massa = 1,7710-6 dan p-value waktu = 1,2210-5 (< 0,05). Kemudian dilakukan uji
asumsi klasik untuk mengevaluasi apakah data memenuhi syarat-syarat statistika
seperti normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas. Hasil
uji normalitas diperoleh p-value 0,0714 (> 0,05); uji heteroskedastisitas
menghasilkan p-value 0,5364 (> 0,05); uji autokorelasi menunjukkan nilai DW
sebesar 1,567 dengan p-value = 0,06497 (> 0,05); uji multikolinearitas untuk
semua variabel bebas memiliki nilai VIF < 10, maka semua data telah memenuhi
syarat-syarat statistika.
Description
Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudy K/Lia
