Analisis Risiko Keterlambatan Pelaksanaan Konstruksi Proyek Pembangunan Hotel Menggunakan Metode Analytic Network Process (Studi Kasus : Hotel dan Vila Ubud Bali)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi sering menghadapi berbagai kendala yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek akibat berbagai risiko. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko keterlambatan pada pembangunan Proyek Hotel dan Vila Ubud Bali, menentukan risiko dominan, respon risiko, serta menganalisis penurunan tingkat risiko setelah penerapan respon risiko. Identifikasi risiko dilakukan melalui studi literatur dan validasi ahli, kemudian dianalisis berdasarkan probabilitas dan dampaknya untuk mengetahui tingkat risiko. Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan untuk menentukan risiko dominan, sedangkan Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab risiko dominan sebagai dasar penentuan respon risiko. Penurunan tingkat risiko dilakukan dengan membandingkan nilai probabilitas dan dampak sebelum dan sesudah penerapan risiko. Hasil analisis menunjukkan 20 variabel dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan penilaian probabilitas dan dampak diperoleh 6 risiko high risk, sedangkan hasil analisi s ANP terdapat 5 variabel termasuk risiko dominan. Dari hasil analisis tersebut, terdapat tiga risiko paling dominan dengan kategori high risk yang memengaruhi keterlambatan pembangunan Proyek Hotel dan Vila Ubud Bali, yaitu terjadinya perubahan desain ketika proyek berlangsung, ketersediaan keuangan selama pelaksanaan yang terbatas, dan akses mobilisasi ke lokasi proyek. Risiko perubahan desain dipengaruhi oleh perencanaan yang kurang matang, ketidaklengkapan DED, permintaan perubahan oleh owner, serta kondisi lapangan dan material. Risiko keterbatasan keuangan dipengaruhi oleh ketidaksesuaian cash flow, keterlambatan pembayaran, serta ketidakseimbangan antara progres dan biaya. Risiko akses mobilisasi dipengaruhi oleh keterbatasan transportasi, kondisi akses, serta faktor lingkungan dan aktivitas masyarakat. Respon risiko yang diterapkan secara umum meliputi peningkatan kualitas perencanaan dan koordinasi, pengendalian cash flow serta mekanisme pembayaran, dan penyesuaian strategi mobilisasi sesuai kondisi lapangan. Setelah penerapan respon risiko, tingkat risiko perubahan desain ketika proyek berlangsung dan risiko akses mobilisasi ke lokasi proyek menurun, sedangkan risiko keterbatasan keuangan tidak terjadi penurunan.

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By